Megadewa88portal,Jakarta – Arab Saudi kembali bikin heboh setelah mengeksekusi 8 orang dalam satu hari. Di antara mereka, 7 dieksekusi karena kasus narkoba, dan satu lainnya karena membunuh ibu kandung. Kejadian ini langsung jadi sorotan dunia dan memicu reaksi keras dari banyak pihak.
Eksekusi ini di lakukan pada awal Agustus 2025. Pemerintah Arab Saudi menyatakan semuanya sudah melalui proses hukum yang sah. Tapi banyak yang menilai, transparansi sistem hukum di sana masih di pertanyakan.

Dikecam Organisasi HAM dan Dunia Internasional
Amnesty International dan Human Rights Watch termasuk yang paling vokal mengkritik. Mereka menyebut eksekusi ini sebagai bentuk pelanggaran HAM yang terus berulang. Terlebih, mayoritas yang di eksekusi berasal dari kalangan buruh migran dan warga asing.
Dalam laporan terbaru, Arab Saudi tercatat sudah mengeksekusi lebih dari 120 orang hanya di tahun 2025 saja. Banyak dari mereka di tuduh terlibat narkoba tanpa proses hukum terbuka. Beberapa bahkan di duga di paksa mengaku setelah di siksa.
Eksekusi juga di nilai bertolak belakang dengan citra baru yang coba di bangun Saudi lewat proyek reformasi Vision 2030. Banyak pihak mempertanyakan: bagaimana negara yang ingin jadi pusat ekonomi dunia, tapi masih melakukan eksekusi massal tanpa proses terbuka?
Baca juga : Pemandu Wisata Perempuan Pertama di Afghanistan, Awalnya dari Herat
Sementara itu, komunitas internasional termasuk negara-negara Eropa dan Iran mulai angkat bicara. Mereka mendesak Arab Saudi untuk mengevaluasi ulang sistem hukuman matinya. Dorongan untuk moratorium hukuman mati kembali menguat.
Meski sudah berkali-kali di kecam, Arab Saudi belum menunjukkan tanda-tanda akan mengubah kebijakan hukuman matinya. Pemerintah setempat justru menyatakan semua tindakan di lakukan demi menjaga keamanan nasional dan memerangi kejahatan berat.

2 Komentar