Megadewa88portal,Jakarta – Partai Golkar resmi menonaktifkan Adies Kadir dari jabatannya sebagai anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua DPR. Langkah ini diumumkan pada Senin, 1 September 2025, setelah muncul polemik soal pernyataannya mengenai tunjangan anggota DPR. Keputusan ini disebut sebagai bentuk kedisiplinan partai dan komitmen menjaga kepercayaan publik.

Langkah Disiplin untuk Menjaga Citra Partai

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menjelaskan penonaktifan ini di lakukan untuk merespons aspirasi masyarakat. Menurutnya, suara publik tidak bisa di abaikan, dan Golkar ingin menunjukkan bahwa mereka peka terhadap kritik. Sarmuji juga menegaskan bahwa partai akan selalu mengutamakan disiplin dan etika politik.

Polemik bermula ketika Adies Kadir menyebut adanya kenaikan tunjangan beras dan transportasi anggota DPR. Pernyataan ini segera mendapat reaksi keras dari publik yang menilai anggota DPR tidak semestinya membicarakan hal itu di tengah situasi ekonomi sulit. Meski Adies kemudian mengklarifikasi bahwa tidak ada kenaikan, isu tersebut sudah terlanjur memicu kekecewaan.

Publik menilai langkah Golkar ini sebagai sinyal positif bahwa partai berani mengambil sikap tegas. Tidak hanya untuk menjaga citra, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. Langkah ini pun membuat Golkar sejajar dengan partai lain seperti NasDem, PAN, dan PKB, yang sebelumnya menonaktifkan kadernya karena pernyataan serupa.

Dengan penonaktifan ini, posisi Adies di DPR kini kosong dan menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikan. Golkar di perkirakan segera mengajukan nama pengganti agar fungsi legislatif tetap berjalan lancar. Sementara itu, publik berharap langkah ini bisa menjadi awal perbaikan komunikasi politik agar lebih sensitif terhadap kondisi masyarakat.

Baca Juga : Nafa Urbach Harap Diberi Pintu Maaf yang Luas

Keputusan ini juga dapat menjadi pelajaran bagi seluruh kader partai politik. Pernyataan publik yang tidak hati-hati bisa berakibat pada karier politik seseorang. Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan Golkar untuk memastikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.