Megadewa88portal,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, sebagai Menteri Haji dan Umrah pada Senin, 8 September 2025. Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah setelah Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) resmi diubah menjadi kementerian yang berdiri sendiri. Perubahan ini sesuai pengesahan revisi Undang-Undang No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah oleh DPR RI pada 26 Agustus 2025, yang memberi kewenangan lebih luas bagi kementerian dalam mengelola ibadah haji dan umrah.

Gus Irfan: Dari Santri Hingga Menteri

Gus Irfan lahir di Jombang pada 22 Maret 1979, merupakan cucu dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, dan anak dari KH Yusuf Hasyim. Pendidikan dasarnya di tempuh di Jombang, kemudian melanjutkan ke Universitas Brawijaya Malang hingga meraih gelar Magister. Selain akademik, ia juga aktif di dunia pesantren, menjabat sebagai Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng dan pengasuh Pesantren Al Farros. Sebelum di lantik sebagai Menteri, Gus Irfan menjabat sebagai Kepala BP Haji sejak Oktober 2024.

Sebagai Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan di harapkan membawa inovasi dalam pelayanan jamaah. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji, serta memastikan transparansi pengelolaan dana haji. Pelantikan ini juga menjadi harapan bagi masyarakat bahwa Indonesia mampu meningkatkan kualitas layanan haji terbesar di dunia. Terutama dari sisi sistem pendaftaran, manajemen perjalanan, dan keamanan jamaah.

Selain itu, Gus Irfan juga berfokus pada penyederhanaan birokrasi. Mempercepat proses visa dan dokumen jamaah, serta memperkuat kerja sama dengan Arab Saudi dalam koordinasi haji dan umrah. Langkah-langkah ini di harapkan membuat perjalanan ibadah lebih nyaman dan aman, sehingga jamaah dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk.

Baca Juga : Pemerintah Gelar Rakor Kementerian Bahas Tuntutan Rakyat Pasca Demonstrasi

Pelantikan Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah menjadi sinyal kuat bagi masyarakat bahwa pemerintah berkomitmen pada reformasi layanan haji dan umrah, menjadikan ibadah lebih mudah di akses, transparan, dan terpercaya.