Megadewa88portal,Jakarta – Kawasan Kelok 9, Limapuluh Kota, Sumatera Barat di landa longsor besar pada Kamis malam, 18 September 2025 sekitar pukul 19.00 WIB. Material berupa tanah dan batu besar menutup badan jalan, sehingga jalur utama yang menghubungkan Riau dan Sumatera Barat terputus total. Akibatnya, ribuan kendaraan terjebak macet panjang dan banyak perjalanan terpaksa di batalkan.

Peristiwa ini langsung menjadi perhatian publik mengingat Kelok 9 adalah salah satu jalur vital di Sumatera. Jalur ini sering di lalui untuk keperluan perdagangan, wisata, hingga arus logistik antarprovinsi. Dengan kondisi tertutup total, pengendara di minta mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan.

Dampak Serius dan Upaya Penanganan

Longsor tersebut menimbulkan dampak besar bagi warga sekitar maupun pengguna jalan lintas Sumbar–Riau. Distribusi barang dan aktivitas ekonomi ikut terganggu, apalagi jalur ini merupakan nadi penghubung penting di wilayah Sumatera. Hujan deras yang masih turun menambah risiko bencana susulan, sehingga masyarakat di imbau untuk tetap waspada.

Kapolres Kampar bersama Satlantas segera melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR dan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Tim gabungan sudah berada di lokasi untuk meninjau kondisi dan memulai pembersihan material. Bupati Limapuluh Kota, Safni, bahkan meminta warga dan pengendara menunda perjalanan demi keselamatan.

Meski alat berat sudah dikerahkan, hingga saat ini belum ada kepastian kapan jalur Kelok 9 bisa kembali dilalui. Kondisi medan yang berat serta intensitas hujan membuat evakuasi material berjalan lambat. Namun, pihak berwenang memastikan upaya terus dilakukan agar jalur vital ini segera pulih.

Baca Juga : KPK cek LHKPN Wali Kota Prabumulih usai gaduh Kepsek

Peristiwa longsor di Kelok 9 menjadi pengingat pentingnya antisipasi terhadap cuaca ekstrem, khususnya di daerah perbukitan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, sehingga masyarakat di anjurkan untuk mengikuti informasi resmi sebelum melanjutkan perjalanan. Bagi pengendara, kesabaran dan kewaspadaan adalah kunci menghadapi situasi darurat seperti ini.