Megadewa88portal,Jakarta – Nama Surya Darmadi, bos Duta Palma Group yang terjerat kasus korupsi besar, kembali mencuri perhatian publik. Setelah menjalani persidangan di Jakarta, ia di kabarkan sempat mampir ke kantornya sendiri sebelum kembali ke rumah tahanan. Tindakan itu sontak menuai kritik karena di anggap melanggar aturan disiplin bagi tahanan yang sedang dalam masa penahanan. Kejadian ini pun berakhir dengan keputusan tegas: Surya Darmadi di pindahkan kembali ke Lapas Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah.

Pelanggaran Disiplin dan Tindakan Tegas Pemasyarakatan

Menurut penjelasan dari Dirjen Pemasyarakatan, Mashudi, tindakan Surya Darmadi di anggap sebagai pelanggaran disiplin berat karena di lakukan tanpa izin dan pengawasan ketat dari petugas. Ia menyebutkan bahwa pihak lapas tidak akan mentolerir tindakan serupa, terutama bagi narapidana kasus besar yang menjadi sorotan publik. Pemindahan ke Nusakambangan di lakukan sebagai bentuk penegakan aturan dan pembinaan dengan tingkat pengamanan tinggi.

Surya Darmadi sendiri merupakan terpidana kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait alih fungsi lahan sawit di Riau. Kasus ini merugikan negara hingga Rp4,7 triliun dan menjadi salah satu skandal korupsi terbesar di sektor perkebunan. Ia sebelumnya di tahan di Rutan Salemba dan beberapa kali di izinkan keluar untuk keperluan sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Namun, insiden mampir ke kantornya membuat kepercayaannya terhadap pengawasan tahanan menjadi di pertanyakan.

Pemindahan ke Pulau Nusakambangan bukan hanya bentuk hukuman administratif, tetapi juga simbol penegakan disiplin tanpa pandang bulu. Pulau ini di kenal sebagai lokasi lapas berkeamanan tinggi yang menampung narapidana berat, termasuk pelaku korupsi, narkotika, hingga terorisme. Langkah ini di harapkan bisa menjadi contoh bahwa hukum tetap berlaku sama bagi siapa pun, tak peduli jabatan maupun status sosialnya.

Baca Juga : Kepala BGN pastikan Perpres MBG sudah siap

Kisah Surya Darmadi kembali mengingatkan publik bahwa pengawasan terhadap tahanan harus dilakukan dengan ketat. Selain untuk menjaga integritas lembaga hukum, hal ini juga penting agar masyarakat percaya bahwa proses keadilan berjalan sesuai aturan. Setelah berbagai kontroversi, kini Surya Darmadi harus menjalani hukumannya di balik tembok tebal Nusakambangan — jauh dari hiruk pikuk kantor dan bisnis yang pernah membesarkannya.