Megadewa88portal,Jakarta – Ghost Shark adalah inovasi pertahanan paling progresif yang dikembangkan oleh Australia. Proyek ini menghasilkan Extra-Large Autonomous Undersea Vehicle (XL-AUV), yakni drone bawah laut raksasa nirawak. Program ambisius ini adalah hasil kolaborasi antara Royal Australian Navy (RAN), DSTG, dan perusahaan teknologi Anduril Australia. Pemerintah federal baru-baru ini menginvestasikan sekitar A$1,7 miliar untuk pengadaan armada canggih ini.

Langkah ini menunjukkan komitmen Australia dalam memperkuat kedaulatan maritimnya. senjata ini dirancang untuk melaksanakan misi strategis dalam jangka waktu yang sangat lama. Kecepatannya dalam pengembangan sangat mengesankan, dari konsep awal hingga siap produksi massal dalam waktu kurang dari tiga tahun. Armada XL-AUV ini direncanakan mulai aktif beroperasi di RAN pada awal tahun 2026.

Australia berencana membangun puluhan unit Ghost Shark di fasilitas manufaktur dalam negeri. Proyek ini tidak hanya membangun kemampuan pertahanan, tetapi juga memajukan industri teknologi tinggi lokal. Di harapkan program ini dapat menciptakan lebih dari 600 lapangan kerja baru. Ghost Shark adalah bukti nyata kemampuan Australia menjadi pemimpin global dalam teknologi otonom.

Kecanggihan Ghost Shark: ISR dan Kekuatan Serangan Siluman

Keunggulan utama Ghost Shark terletak pada desainnya yang siluman (stealthy) dan modular, oleh karena itu Drone ini mampu menjalankan misi Intelijen, Pengawasan, dan Pengintaian (ISR) tanpa terdeteksi. Ukurannya yang ekstra besar memungkinkan XL-AUV membawa muatan yang bervariasi. Ia dapat membawa sensor canggih hingga muatan serangan (strike capability) mematikan.

Kendaraan nirawak ini menggunakan desain flooded design yang memungkinkannya menyelam sangat dalam, sehingga Hal ini memberikan daya tahan yang unggul untuk operasi berkelanjutan di bawah laut. Sistem navigasi dan pengambilan keputusannya di dukung oleh kecerdasan buatan (AI) canggih bernama Lattice. Fitur ini memungkinkan senjata ini beroperasi otonom di lingkungan maritim yang kompleks.

Baca Juga : 4 Fakta Operasi Brutal Brasil, 132 Geng Narkoba Tewas

Menteri Pertahanan Richard Marles menyebut senjata ini sebagai “pengubah permainan” bagi angkatan laut. Drone ini berfungsi sebagai kekuatan asimetris yang melengkapi kapal selam berawak yang ada. Ghost Shark juga berfungsi menjembatani kesenjangan kemampuan sebelum kapal selam nuklir AUKUS tiba. Investasi ini memposisikan Australia sebagai kekuatan maritim otonom yang patut di perhitungkan di Indo-Pasifik. Australia bahkan membuka potensi ekspor teknologi drone canggih ini kepada negara-negara sekutu.