Megadewa88portal,Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, terus fokus pada upaya negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Negosiasi ini bertujuan untuk mendapatkan keringanan tarif impor yang di tetapkan oleh Presiden Donald Trump. Airlangga menetapkan target ambisius agar perundingan tarif dagang ini dapat selesai sebelum akhir tahun 2025. Target ini di sampaikan saat menghadiri acara CEO Insight pada Selasa (4/11/2025).

Airlangga mengonfirmasi bahwa pembahasan negosiasi akan segera di lanjutkan. Rencananya, negosiasi akan di lanjutkan pada akhir bulan November setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 di Korea Selatan selesai. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mengedepankan kepentingan nasional dalam setiap tahapan perundingan. Proses ini mencerminkan strategi diplomasi ekonomi yang hati-hati.

Sebelumnya, Indonesia sempat di kenai tarif impor AS yang cukup tinggi, yaitu sebesar 32 persen pada April 2025. Namun, berkat serangkaian diplomasi yang intensif, tarif untuk Indonesia berhasil di turunkan menjadi 19 persen. Penurunan signifikan ini adalah bukti awal keberhasilan negosiasi yang bertujuan mencapai perdagangan yang lebih adil.

Memperjuangkan Tarif Nol Persen untuk Komoditas Unggulan RI

Tim negosiasi Indonesia saat ini sedang berjuang keras untuk mendapatkan tarif nol persen pada beberapa komoditas. Komoditas kunci ini adalah produk yang secara signifikan tidak diproduksi di AS. Produk tersebut meliputi kelapa sawit, kakao, dan karet yang merupakan komoditas unggulan Indonesia. Pemerintah Indonesia optimis produk-produk ini pantas mendapatkan perlakuan khusus atau tarif nol persen.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa negosiasi ini dilakukan dengan pertimbangan yang cermat. Tujuan utamanya adalah memperkuat hubungan bilateral berdasarkan prinsip kesetaraan dan keseimbangan. RI juga mengajukan perlakuan khusus untuk komoditas yang menjadi bagian penting dari rantai pasok industri kesehatan. Hal ini untuk mendukung sektor vital.

Baca Juga : Lompatan Pasar Modal: IHSG Cetak Enam Rekor Sejak Purbaya Menkeu

Pemerintah Indonesia berkomitmen mencapai kesepakatan dagang yang adil dan berimbang (fair and square trade). Komitmen ini menunjukkan kesiapan Indonesia menjadi mitra strategis global yang netral dan berintegritas. Negosiasi yang terus berjalan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi industri nasional dan seluruh rakyat Indonesia.