Megadewa88portal,Jakarta – Amerika Serikat, yang sering dipandang sebagai negara makmur, kini menghadapi ancaman serius terhadap kerawanan pangan warganya. Krisis ini bukan karena kekurangan pasokan makanan. Namun, masalah struktural dan politik internal menjadi pemicu utamanya. Dampak dari penutupan pemerintahan federal (shutdown) terpanjang dalam sejarah AS pada November 2025 adalah pemicu besar.
Salah satu konsekuensi terbesar shutdown adalah tertundanya bantuan pangan penting bagi jutaan warga miskin. Program Bantuan Nutrisi Tambahan (SNAP) yang menopang sekitar 42 juta warga terancam mengalami penundaan. Penundaan pencairan dana SNAP ini membuat banyak keluarga kesulitan besar untuk membeli kebutuhan makanan.

Kondisi ini di perparah dengan lonjakan angka kerawanan pangan (food insecurity) secara keseluruhan. Pada tahun 2023, 13,5% rumah tangga AS, atau sekitar 18 juta rumah tangga, mengalami kerawanan pangan. Angka ini meningkat tajam setelah bantuan ekonomi era pandemi di hentikan.
Bank Makanan Dipadati Warga dan Tantangan Inflasi Pangan Berlanjut
Dampak nyata dari krisis ini terlihat jelas dari antrean panjang yang membludak di bank makanan di berbagai negara bagian. Organisasi Facing Hunger Foodbank melaporkan telah mendistribusikan 75 ton makanan dalam satu akhir pekan di awal November 2025. Jumlah ini tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat dari angka distribusi normal.
Lonjakan permintaan ini juga sangat terlihat di Pierce County, Washington. Kunjungan ke bank makanan di wilayah tersebut melonjak hingga 40 persen. Banyak dari mereka yang mengantre adalah pegawai federal yang gajinya tertahan akibat shutdown yang berkepanjangan. Di Texas, jumlah keluarga yang mencari bantuan di Fort Worth juga meningkat tajam.
Baca Juga : Menkes AS Akui Keunggulan Kesehatan RI
Selain shutdown, masalah inflasi pangan juga masih menjadi tantangan serius bagi warga berpenghasilan rendah. Biaya makanan di AS tercatat meningkat sekitar 3,10 persen pada September 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan biaya hidup ini membuat keluarga miskin semakin sulit memenuhi kebutuhan dasar pangan mereka. Krisis ini menunjukkan adanya ketimpangan akses pangan yang harus segera diatasi.

Tinggalkan Balasan