Megadewa88portal,Jakarta – Krisis politik di Amerika Serikat (AS) akibat penutupan pemerintahan federal (shutdown) kembali menimbulkan dampak luas. Sektor penerbangan menjadi salah satu yang paling parah merasakan akibatnya. Kekurangan staf di pusat pengendali lalu lintas udara, yang bekerja tanpa di gaji, melumpuhkan operasional bandara. Hingga hari Minggu (9/11/2025), lebih dari 2.000 penerbangan di AS di laporkan telah di batalkan.
Pembatalan ini merupakan kebijakan darurat dari Federal Aviation Administration (FAA). FAA memerintahkan pemangkasan kapasitas lalu lintas udara untuk menjaga standar keselamatan. Shutdown yang telah berlangsung sejak 1 Oktober 2025 telah menyebabkan puluhan ribu pegawai federal bekerja tanpa bayaran. Pekerja tersebut termasuk pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers) dan petugas TSA.

Selain pembatalan masif, hampir 6.000 penerbangan juga mengalami keterlambatan yang signifikan pada hari Sabtu. Kondisi ini membuat langit AS semakin kacau dan tidak terprediksi. Pembatalan ini menjadi gangguan terbesar dalam perjalanan udara AS sejak shutdown di mulai lebih dari sebulan lalu.
Otoritas FAA Pangkas Kapasitas Udara dan Ancaman Liburan Akhir Tahun
FAA telah mengumumkan rencana untuk mengurangi kapasitas perjalanan udara hingga 10 persen di 40 bandara tersibuk di Amerika Serikat. Langkah ini di ambil karena banyak pengatur lalu lintas udara mengalami kelelahan. Mereka harus tetap bekerja tanpa menerima gaji. Pemangkasan ini di klaim sangat di perlukan untuk mempertahankan standar keselamatan penerbangan.
Pengurangan penerbangan ini dilakukan secara bertahap dan terencana. Dimulai dari pemangkasan 4 persen pada 8 November, pemangkasan akan meningkat menjadi 6 persen pada 11 November. Puncaknya, pemangkasan akan mencapai 10 persen penuh pada 14 November 2025. Bahkan, Menteri Transportasi AS memperingatkan potensi pemangkasan hingga 20% jika shutdown masih berlanjut.
Baca Juga : Kasus pembunuhan massal libatkan Presiden Tanzania
Bandara-bandara besar seperti Atlanta, Newark, Chicago, dan San Francisco menjadi yang paling terdampak oleh kebijakan pengurangan ini, sehingga Maskapai besar seperti American Airlines, Delta Air Lines, Southwest Airlines, dan United Airlines menjadi yang paling banyak mengurangi jadwal penerbangannya. Pembatalan ini menimbulkan kekhawatiran besar menjelang musim liburan akhir tahun yang padat.

Tinggalkan Balasan