Megadewa88 portal,PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) merilis analisis dan proyeksi mengenai pertumbuhan industri perbankan nasional untuk tahun fiskal 2026. Berdasarkan kajian mendalam yang dilakukan oleh manajemen dan tim ekonominya, BSI memperkirakan bahwa laju pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan di Indonesia akan mengalami kenaikan signifikan, diprediksi menyentuh angka 10,15 persen.

Angka proyeksi pertumbuhan kredit sebesar 10,15% ini merefleksikan keyakinan sektor perbankan terhadap stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi domestik pasca-pandemi. BSI menyoroti bahwa kenaikan ini akan didorong oleh beberapa faktor utama, termasuk peningkatan investasi di sektor riil, pulihnya daya beli konsumen, serta implementasi proyek-proyek strategis pemerintah yang memerlukan dukungan pendanaan besar. Segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pembiayaan korporasi di sektor infrastruktur dan manufaktur diyakini akan menjadi lokomotif utama pendorong ekspansi kredit ini.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI sendiri berkomitmen untuk berkontribusi secara signifikan terhadap pencapaian target tersebut melalui pertumbuhan pembiayaan yang berkelanjutan dan berbasis prinsip syariah. Proyeksi ini menunjukkan bahwa permintaan akan modal kerja dan investasi dari dunia usaha diperkirakan tetap tinggi, menandakan lingkungan bisnis yang semakin kondusif.

Baca Juga:Pangkas Birokrasi: Proses Pengajuan Bansos Kini Lebih Cepat 3 Tahap

Keputusan BSI merilis proyeksi pertumbuhan yang agresif ini disambut baik oleh pasar, yang melihatnya sebagai indikator awal pemulihan penuh dan matangnya sektor keuangan nasional menjelang tahun 2026. Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat mendukung momentum ini dengan kebijakan moneter dan fiskal yang tepat untuk menjaga likuiditas dan mitigasi risiko.