Megadewa88portal,Jakarta – Bencana banjir dan longsor parah melanda Kabupaten Aceh Selatan. Di tengah kondisi tanggap darurat ini, Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menuai sorotan. Hal ini terjadi setelah beredar foto-foto dirinya sedang menjalankan ibadah umrah. Foto-foto tersebut di ambil di Tanah Suci Mekkah. Keberangkatan bupati ini menimbulkan kritik tajam dari berbagai pihak.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), bahkan sudah menyatakan penolakan. Gubernur menolak izin perjalanan ke luar negeri yang di ajukan oleh Bupati Mirwan. Penolakan ini di keluarkan setelah status darurat bencana di tetapkan. Mualem menilai Aceh Selatan menjadi salah satu daerah yang terdampak paling parah.

Meskipun izinnya di tolak, Bupati Aceh Selatan Mirwan tetap memilih berangkat umrah. Ia berangkat bersama istrinya pada tanggal 2 Desember 2025. Padahal, banyak warga di wilayah Trumon masih harus mengungsi di tenda darurat. Sikap ini segera memicu kemarahan publik dan kecaman keras dari Komisi II DPR.
Klarifikasi Pemkab dan Langkah Tegas Pemecatan dari Partai Gerindra
Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan mencoba memberikan penjelasan. Kabag Prokopim Pemkab, Denny Herry Safputra, mengklaim kondisi sudah stabil. Ia menyebut debit air sudah surut di pemukiman warga sebelum keberangkatan bupati. Bupati Mirwan juga di klaim sudah meninjau lokasi dan menyalurkan bantuan logistik.
Namun, sebelumnya Mirwan MS sempat menerbitkan surat ketidaksanggupan. Surat bernomor 360/1315/2025 itu terkait penanganan darurat banjir. Hal ini membuat Gubernur Mualem semakin marah dan geram. Mualem bahkan secara terbuka meminta kepala daerah yang tidak mampu untuk mundur.
Baca Juga : Jembatan Utama Putus Akibat Galodo, Warga Agam Ketergantungan Akses Darurat Kayu
Akibat dari kontroversi ini, sanksi tegas pun dijatuhkan kepada Mirwan MS. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra mengambil keputusan cepat. Mereka resmi memecat Mirwan MS dari jabatannya. Mirwan MS sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Sekjen Gerindra, Sugiono, menyayangkan sikap dan kepemimpinan Mirwan MS.
Bupati Mirwan sendiri memberikan klarifikasi terkait ibadahnya. Ia menjelaskan bahwa umrah tersebut adalah hajat atau nazar sebelum Pilkada. Ia juga mengaku sudah menunda keberangkatan setelah bencana melanda. Menurutnya, ia baru berangkat setelah air surut dan kondisi dianggap kondusif. Sayangnya, penjelasan ini tidak berhasil meredam kritik publik yang terus berlanjut.

Tinggalkan Balasan