Megadewa88 portal,Wali Kota Medan, Bobby Nasution, memberikan penjelasan komprehensif mengenai dinamika yang terjadi di balik keputusan pembatalan pengembalian (retur) 30 ton beras hibah asal Uni Emirat Arab (UEA). Beras yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik akibat isu kualitas tersebut, dipastikan tetap akan dikelola dan didistribusikan setelah melalui rangkaian verifikasi kelayakan konsumsi yang ketat.

Duduk Perkara dan Hasil Uji Kualitas

Polemik ini bermula ketika muncul kekhawatiran mengenai kondisi fisik komoditas pangan tersebut saat tiba di gudang penyimpanan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh tim ahli dan otoritas terkait, Bobby menegaskan bahwa kualitas beras tersebut masih berada dalam standar yang dapat diterima untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penjelasan ini sekaligus mematahkan rencana awal yang sempat mencuat untuk mengirimkan kembali logistik tersebut ke pihak pemberi. Keputusan untuk membatalkan proses retur diambil guna efisiensi waktu dan memastikan bantuan pangan dapat segera dirasakan manfaatnya tanpa harus melalui prosedur birokrasi pengiriman internasional yang memakan waktu lama.

Mekanisme Distribusi dan Pengawasan

Dalam keterangannya, Bobby Nasution menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Sosial, untuk melakukan penyortiran ulang secara mendetail. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada satu butir pun beras yang tidak layak konsumsi sampai ke tangan warga.

“Kami memastikan bahwa setiap bantuan yang diterima, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok masyarakat, harus melalui proses validasi yang transparan sebelum didistribusikan secara merata,” ujar Bobby dalam sesi penjelasan tersebut.

Komitmen Hubungan Bilateral

Pembatalan retur ini juga dipandang sebagai upaya menjaga hubungan diplomatik dan kerja sama baik antara Pemerintah Kota Medan dengan Pemerintah Uni Emirat Arab. Sebagai bagian dari hibah yang diberikan melalui skema bantuan kemanusiaan, pengelolaan 30 ton beras ini akan dilakukan dengan prinsip akuntabilitas tinggi.

Baca Juga:BRIN Selidiki Temuan Tumpukan Kayu Yang Diduga Menjadi Penyebab Banjir Sumatra

Hingga saat ini, beras tersebut masih tersimpan di gudang dengan pengawasan ketat sebelum jadwal pendistribusian resmi diumumkan. Pemerintah Kota Medan berkomitmen agar bantuan ini menjadi instrumen penguat ketahanan pangan bagi keluarga prasejahtera di wilayah Medan dan sekitarnya.