Megadewa88portal,Diskursus mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia kembali memanas setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menyampaikan kritik terbuka terhadap performa dan langkah diplomatik yang diambil oleh Menteri Luar Negeri saat ini, Sugiono. Sebagai sosok senior dalam dunia diplomasi, Dino Patti Djalal memberikan catatan kritis yang menyoroti efektivitas serta ketajaman visi internasional Indonesia di bawah kepemimpinan baru tersebut. Kritik ini muncul di tengah tantangan geopolitik global yang semakin kompleks, di mana peran Indonesia sebagai pemain kunci di kawasan ASEAN maupun kancah global sedang diuji dalam berbagai forum internasional.

Dino Patti Djalal menggarisbawahi pentingnya penguasaan substansi dan keberanian dalam mengambil posisi strategis yang tegas terkait isu-isu sensitif dunia. Dalam pandangannya, kementerian luar negeri di bawah arahan Sugiono dinilai perlu meningkatkan intensitas diplomasi proaktif yang selama ini menjadi ciri khas Indonesia. Kritik tersebut mencakup aspek kepemimpinan intelektual dalam menangani konflik regional serta bagaimana Indonesia memposisikan diri di antara persaingan kekuatan besar dunia. Dino menekankan bahwa diplomasi bukan sekadar kehadiran formalitas dalam protokol internasional, melainkan kemampuan untuk memengaruhi agenda global demi kepentingan nasional yang lebih luas.
Secara lebih terperinci, sorotan juga diarahkan pada konsistensi narasi kebijakan luar negeri yang disampaikan ke publik dan komunitas internasional. Sebagai seorang pakar yang memiliki rekam jejak panjang dalam memperkuat citra Indonesia di mata dunia, Dino Patti Djalal mengingatkan bahwa setiap langkah Menlu Sugiono akan berdampak langsung pada kredibilitas Indonesia dalam mempertahankan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif. Ia mengisyaratkan adanya kebutuhan untuk memperkuat koordinasi internal dan pengayaan substansi sebelum Indonesia melangkah ke meja perundingan tingkat tinggi, guna memastikan setiap kesepakatan yang diambil memiliki landasan argumen yang kokoh dan menguntungkan.
Meskipun kritik tersebut mengemuka, langkah ini dipandang sebagai bagian dari kontrol publik yang sehat dalam tatanan demokrasi dan birokrasi profesional. Tanggapan dari kalangan analis politik menunjukkan bahwa masukan dari tokoh sekaliber Dino Patti Djalal seharusnya menjadi momentum bagi Menlu Sugiono dan jajarannya untuk melakukan evaluasi serta akselerasi kinerja. Dialog antara perspektif senior dan pejabat aktif ini diharapkan mampu melahirkan strategi diplomasi yang lebih tangguh, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi tetap menjadi dirigen utama dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan serta dunia internasional.

Tinggalkan Balasan