Megadewa88portal,Jakarta – Provinsi Riau baru saja menghadapi konflik serius di area perkebunan sawit Kabupaten Bengkalis. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan langsung mengambil langkah tegas guna meredam bentrokan. Melalui rilis resmi beliau menekankan bahwa pendekatan keamanan saja tidak akan cukup. Akar masalah agraria harus di selesaikan dengan komunikasi yang transparan antara semua pihak.

Strategi utama Kapolda adalah melarang penggunaan kelompok massa dalam pengamanan lahan perkebunan. Praktik penyewaan jasa preman di nilai justru memperkeruh suasana dan memicu kekerasan fisik. Polda Riau kini mendorong dialog intensif antara perusahaan penerima KSO dengan petani lokal. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bumi Lancang Kuning tetap terjaga.

Polda Riau juga telah bertemu manajemen perusahaan untuk memaparkan fakta lapangan secara objektif. Hal ini di lakukan agar investasi tidak mengorbankan hak masyarakat adat dan petani kecil. Kapolda menegaskan bahwa Polri bertindak sebagai mediator netral demi kepentingan masyarakat luas. Penegakan hukum akan tetap di lakukan secara profesional terhadap siapapun yang melanggar aturan.

Pembentukan Pokja Lintas Sektor Dan Penguatan Green Policing Di Riau

Kapolda menginisiasi pembentukan Kelompok Kerja lintas sektor yang melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah. Pokja ini di rancang sebagai wadah komunikasi rutin guna mengantisipasi gesekan lahan sejak dini. Setiap klaim kepemilikan lahan kini dapat di verifikasi secara legal melalui jalur yang resmi. Upaya ini di harapkan mampu menghentikan pengerahan massa di area perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga : Badan Gizi Nasional Siapkan Program Makan Bergizi Gratis Serentak Januari 2026

Polda Riau juga mulai mengintegrasikan konsep Green Policing dalam menangani sengketa lingkungan. Pendekatan ini mengedepankan kearifan lokal budaya Melayu untuk menyadarkan semua pihak terkait. Kapolda berharap strategi ini dapat menekan tingkat kriminalitas konflik lahan secara signifikan. Harmonisasi antara industri dan masyarakat menjadi target utama dari kebijakan kepolisian daerah.

Kesuksesan langkah ini sangat bergantung pada komitmen perusahaan untuk patuh terhadap regulasi. Polda Riau memastikan akan menindak tegas pihak korporasi maupun kelompok yang melanggar hukum. Koordinasi yang solid di harapkan mampu menjadikan industri sawit Riau pilar ekonomi yang damai. Mari dukung terciptanya iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan bagi kemajuan daerah.