Megadewa88 portal,Pemerintah menyiapkan empat pola penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan guna memastikan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa. Skema tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, kebiasaan masyarakat, serta efektivitas distribusi makanan agar tepat sasaran.

Pola pertama dilakukan melalui penyaluran makanan siap konsumsi yang dapat disimpan lebih lama. Menu disesuaikan dengan kebutuhan sahur maupun berbuka, sehingga penerima manfaat dapat mengatur waktu konsumsi secara fleksibel. Metode ini diprioritaskan di wilayah dengan keterbatasan akses dapur umum atau fasilitas pengolahan makanan.

Skema kedua mengandalkan dapur umum yang beroperasi pada waktu tertentu, khususnya menjelang berbuka puasa. Makanan disiapkan secara terpusat, kemudian didistribusikan langsung kepada penerima manfaat di lokasi yang telah ditentukan. Pola ini dinilai efektif di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi karena memudahkan pengawasan kualitas dan kebersihan makanan.

Pola ketiga dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan, pondok pesantren, serta fasilitas sosial yang telah memiliki sarana konsumsi bersama. Dalam skema ini, makanan disiapkan di lingkungan setempat, lalu dibagikan kepada peserta program sesuai jadwal yang disepakati. Pendekatan tersebut memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia sehingga distribusi menjadi lebih cepat dan efisien.

Adapun pola keempat mengintegrasikan bantuan bahan pangan mentah atau setengah jadi yang dapat diolah secara mandiri oleh penerima manfaat. Skema ini ditujukan bagi wilayah dengan akses dapur rumah tangga yang memadai, sekaligus memberikan keleluasaan bagi keluarga untuk menyesuaikan menu dengan preferensi masing-masing.

Baca Juga: Kementerian ESDM Surati SPBU Swasta Wajib Beli Solar Produksi Dalam Negeri

Keempat pola tersebut dirancang sebagai opsi yang dapat disesuaikan dengan karakteristik daerah, mulai dari wilayah perkotaan hingga kawasan terpencil. Dengan pendekatan yang fleksibel, pemerintah berharap program MBG tetap berjalan optimal selama Ramadan, menjaga asupan gizi masyarakat, serta mendukung kelancaran ibadah puasa tanpa mengurangi kualitas layanan yang diberikan.