Megadewa88 portal,JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi mengeluarkan pernyataan terkini mengenai dampak bencana alam yang baru saja terjadi, mengonfirmasi data yang sangat memprihatinkan. Menurut laporan terbaru dari tim gabungan di lapangan, diperkirakan sebanyak sembilan puluh satu (91) orang masih berada dalam kondisi tertimbun di bawah reruntuhan material bangunan yang hancur. Data ini menjadi fokus utama operasi pencarian dan penyelamatan yang kini ditingkatkan intensitasnya.

Juru Bicara BNPB menjelaskan bahwa angka 91 orang ini merupakan estimasi awal yang didasarkan pada laporan kehilangan anggota keluarga dari masyarakat setempat serta data penghuni bangunan yang terdampak parah. Penetapan jumlah ini menjadi acuan krusial bagi tim SAR gabungan—yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, dan relawan—dalam memetakan area prioritas pencarian. Upaya evakuasi menghadapi tantangan yang sangat berat, terutama karena kondisi struktur bangunan yang tidak stabil dan banyaknya material berat yang menumpuk.

Prioritas Operasi SAR: Memaksimalkan Peluang Penyelamatan

Operasi Search and Rescue (SAR) kini diarahkan secara penuh untuk menjangkau lokasi-lokasi yang dicurigai menjadi titik temu korban tertimbun. BNPB menekankan bahwa waktu adalah faktor penentu utama dalam fase kritis ini. Berbagai alat berat, seperti ekskavator dan crane, telah dimobilisasi ke lokasi bencana, namun penggunaannya dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari risiko lebih lanjut terhadap korban yang mungkin masih hidup di celah-celah reruntuhan.

Selain penggunaan alat berat, tim SAR juga mengandalkan metode manual dan teknologi pendeteksi khusus, termasuk life detector dan anjing pelacak, untuk mengidentifikasi keberadaan korban. Upaya penyelamatan ini tidak hanya memerlukan kecepatan, tetapi juga akurasi dan koordinasi yang sangat tinggi di antara seluruh elemen tim di lapangan, mengingat kondisi di lokasi yang penuh risiko dan pergerakan material yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Tantangan Lapangan dan Kebutuhan Dukungan Logistik Mendesak

BNPB juga menguraikan sejumlah tantangan signifikan yang dihadapi oleh tim penyelamat. Selain kondisi geografis dan cuaca yang tidak menentu, akses menuju lokasi reruntuhan seringkali terhambat, mempersulit distribusi bantuan logistik dan kedatangan personel tambahan. Kebutuhan akan logistik esensial—seperti alat bantu pernapasan, peralatan medis darurat, dan dukungan makanan serta air bersih untuk tim SAR dan pengungsi di sekitar lokasi—menjadi sangat mendesak.

Baca Juga:Pemerintah imbau kibarkan bendera setengah tiang 30 September

Pemerintah melalui BNPB dan kementerian terkait berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi setiap jam dan memastikan bahwa semua sumber daya nasional dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi. Komunikasi dengan keluarga korban juga menjadi prioritas, dengan mendirikan posko informasi terpadu untuk memberikan data yang akurat dan dukungan psikososial yang diperlukan di tengah situasi duka yang mendalam. Fokus utama saat ini tetap pada upaya heroik penyelamatan 91 individu yang nasibnya masih berada di bawah tumpukan reruntuhan.