Megadewa88portal,Jakarta – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan yang santai namun cerdas terhadap julukan “Gubernur Konten”. Julukan ini sering di tujukan kepadanya karena ia sangat aktif mendokumentasikan kegiatan kerjanya di media sosial. Dedi Mulyadi justru melihat konten yang ia buat sebagai bentuk efisiensi anggaran dan integritas.
Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR pada April 2025, julukan itu sempat di lontarkan oleh Gubernur Kalimantan Timur. Alih-alih merasa tersinggung, Dedi Mulyadi mengungkapkan rasa syukurnya atas julukan tersebut. Ia menilai konten-konten yang di buatnya sukses menurunkan belanja iklan Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara drastis.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa alokasi anggaran untuk kerja sama media atau iklan Pemprov Jabar biasanya mencapai Rp50 miliar per tahun. Berkat konten yang ia buat, anggaran iklan tersebut kini cukup di alihkan menjadi Rp3 miliar saja. Efisiensi luar biasa sebesar Rp47 miliar ini kemudian bisa di alokasikan untuk program pembangunan lain.
Dokumentasi Kerja Sebagai Bentuk Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
Dedi Mulyadi menekankan bahwa aktivitasnya di lapangan bukanlah “konten” semata yang di buat-buat atau drama dengan skenario yang sudah di susun. Ia menyebut apa yang terekam dan ditayangkan di media sosial adalah peristiwa yang terjadi sebenarnya di lapangan. Ia tidak ingin kegiatannya hanya terekam sepotong-sepotong oleh pihak lain yang bisa di putarbalikkan.
Menurut Kang Dedi , dokumentasi utuh lewat media sosialnya menjadi bentuk integritas dan bukti otentik. Tayangan utuh ini berfungsi meluruskan fitnah dan mencegah pemutarbalikan fakta yang mungkin di lakukan pihak tertentu. Ia memberikan contoh saat menolak menghapus video sidak di perusahaan air mineral. Tujuannya agar publik tidak menaruh curiga.
Baca Juga : PAN Aktifkan Kembali Uya Kuya di DPR Setelah Putusan MKD
Ia juga menegaskan bahwa kemampuan mengelola media sosial membawa manfaat langsung bagi warga Jawa Barat. Dana besar yang dihemat dari iklan kini dapat digunakan untuk proyek infrastruktur. Dana ini juga di gunakan untuk pemasangan penerangan jalan, atau bantuan sosial bagi warga miskin. Dedi Mulyadi memilih fokus bekerja dan tidak terganggu dengan kritikan atau julukan yang ada.

Tinggalkan Balasan