Megadewa88portal,Jakarta – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah strategis untuk menyeimbangkan pembangunan industri dan ketahanan pangan. Ia menyiapkan 600 hektar lahan sawah baru sebagai kompensasi bagi lahan pertanian yang terdampak proyek investasi seperti VinFast dan BYD. Kebijakan ini bertujuan agar investasi tetap berjalan tanpa mengurangi produktivitas pertanian.

Strategi Sinergi Investasi dan Pertanian
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa banyak lahan pertanian di Subang tercatat sebagai zona sawah dalam peta LP2B, tetapi sebagian sudah terdampak pembangunan proyek industri. Untuk itu, ia menyiapkan lahan pengganti tiga kali lipat, yakni 600 hektar sawah baru untuk mengganti sekitar 200 hektar sawah terdampak. Lahan baru ini fokus di Indramayu dan wilayah sekitarnya yang masih potensial untuk pertanian produktif.
Langkah ini juga merupakan bagian dari kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Tujuannya mendorong pertumbuhan sektor pertanian sekaligus investasi industri. Diperkirakan ribuan tenaga kerja lokal akan terserap dalam proses pembukaan dan pengelolaan lahan sawah baru. Inisiatif ini tidak hanya menambah luas lahan, tapi juga memastikan bahwa investasi dan pertanian berjalan seiring tanpa saling menekan.
Selain itu, proyek ini memperlihatkan bahwa pembangunan berkelanjutan bisa dicapai melalui sinergi antara industri dan pertanian. Sawah baru yang dibangun akan menggunakan teknologi modern agar produktivitas meningkat, sekaligus menjaga lingkungan tetap terjaga. Petani setempat pun akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan, sehingga lahan baru dapat langsung produktif.
Baca juga : Info GTK 2025: Panduan Lengkap Cek Data dan Tunjangan Guru
Bagi masyarakat Jawa Barat, kebijakan ini membawa banyak manfaat. Lahan produktif tetap ada, investasi terus berjalan, dan peluang kerja meningkat. Ketahanan pangan pun terjaga tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, pembangunan menjadi inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Langkah Dedi Mulyadi ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dapat mengelola pembangunan industri tanpa merugikan sektor pertanian. Melalui perencanaan matang dan kolaborasi lintas pihak, investasi dan pertanian bisa berjalan seiring, memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan