Megadewa88 portal,JAKARTA – Jelang peringatan Hari Pahlawan Nasional, proses penyeleksian tokoh-tokoh yang layak dianugerahi gelar kepahlawanan telah memasuki tahap krusial. Menteri Kebudayaan yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa dari total 49 nama calon Pahlawan Nasional yang diusulkan, sebanyak 24 nama telah dikategorikan sebagai prioritas utama.

Laporan ini disampaikan langsung di Istana Kepresidenan Jakarta, menggarisbawahi tahapan akhir dalam penentuan sosok yang akan menerima anugerah bergengsi tersebut tahun ini. Fadli Zon menjelaskan bahwa daftar 49 nama tersebut merupakan hasil kompilasi dari 40 usulan baru pada tahun berjalan, ditambah 9 nama yang merupakan usulan carry over dari tahun-tahun sebelumnya.
Seleksi Ketat dan Pemenuhan Syarat Akademis
Fadli Zon menegaskan bahwa seluruh 49 tokoh yang diusulkan telah melewati serangkaian proses pengkajian yang ketat dan berjenjang. Mekanisme ini dimulai dari usulan di tingkat kabupaten/kota, diteruskan ke pemerintah provinsi melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), hingga akhirnya dikaji di tingkat pusat oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP) di bawah Kementerian Sosial, sebelum masuk ke Dewan GTK.
Ketua Dewan GTK ini menjamin bahwa semua nama yang berhasil masuk dalam daftar tersebut telah teruji secara akademis dan ilmiah. Mereka dinilai memiliki riwayat perjuangan dan jasa-jasa yang jelas terhadap negara, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
“Kami telah menyampaikan ada 24 nama dari 49 itu yang menurut Dewan GTK telah diseleksi dan berpotensi menjadi prioritas untuk dipertimbangkan sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional,” kata Fadli Zon, menekankan bahwa penyaringan ini dilakukan untuk memastikan tokoh yang diangkat benar-benar memiliki kontribusi historis yang signifikan dan memenuhi syarat formal.
Spekulasi Tokoh Kontroversial dalam Daftar
Meskipun daftar 24 nama prioritas tersebut belum diumumkan secara rinci kepada publik, proses pengusulan tahun ini menuai perhatian luas karena mencakup beberapa tokoh yang memicu perdebatan. Diketahui, nama Presiden kedua RI, Soeharto, termasuk salah satu yang diusulkan, bahkan disebut telah diajukan berkali-kali sebelumnya.
Fadli Zon secara terpisah menyebut bahwa Soeharto telah memenuhi syarat untuk dicalonkan, merujuk pada jasa-jasanya seperti memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949 dan Operasi Pembebasan Irian Barat. Selain itu, nama aktivis buruh Marsinah juga disebut-sebut masuk dalam daftar usulan, mewakili perjuangan hak-hak buruh. Namun, ketika ditanya apakah Soeharto termasuk dalam 24 nama prioritas, Fadli Zon memilih untuk tidak mengonfirmasi secara spesifik, menyatakan bahwa hal itu akan diputuskan melalui mekanisme internal lebih lanjut.
Baca Juga:Relawan Prabowo ingatkan, jangan benturkan Projo dan Jokowi
Langkah berikutnya adalah menunggu keputusan akhir dari Presiden yang akan menetapkan tokoh mana saja dari daftar prioritas tersebut yang akan secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, sebuah pengumuman yang secara tradisional dilakukan menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November.

Tinggalkan Balasan