Megadewa88portal,Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama istrinya, Selvi Ananda, mendatangi kediaman Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor, pada Selasa pagi (9/9/2025). Kedatangannya bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-76 SBY, yang diisi dengan suasana hangat penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan itu, Gibran tak hanya menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga meminta nasihat berharga dari sosok yang memimpin Indonesia selama dua periode penuh. Pertemuan ini sekaligus menjadi simbol silaturahmi lintas generasi yang jarang terjadi di panggung politik nasional.

Pertemuan Hangat di Tengah Momen Ulang Tahun

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa obrolan Gibran dengan SBY berlangsung santai dan penuh canda ringan. Meski demikian, di sela-sela pembicaraan, Gibran juga meminta petuah terkait kepemimpinan dan tantangan yang di hadapi bangsa. Hal ini wajar mengingat SBY di kenal sebagai figur yang sarat pengalaman. Khususnya dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi saat memimpin.

Momen kebersamaan ini memperlihatkan sisi humanis Gibran sebagai pemimpin muda yang mau belajar dari tokoh senior. Ia tampak serius mendengarkan, bahkan sesekali mengangguk tanda memahami pesan yang di sampaikan. SBY sendiri menyambut hangat, memberikan nasihat sederhana namun sarat makna, terutama terkait pentingnya menjaga komunikasi dan konsistensi dalam memimpin.

Pertemuan Gibran dan SBY di Cikeas bukan kali pertama. Pada Juli lalu, Gibran juga sempat menjenguk SBY saat di rawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Konsistensi menjaga hubungan baik ini menjadi sinyal positif bahwa Gibran menghargai para tokoh bangsa lintas partai dan generasi. Selain itu, publik juga melihat pertemuan ini sebagai bentuk komunikasi politik yang cair, jauh dari kesan kaku atau formalitas belaka.

Baca Juga : BEM UI Gelar Aksi di DPR, Desak 17+8 Tuntutan

Kunjungan ini meninggalkan kesan bahwa kepemimpinan di Indonesia sebaiknya tidak hanya di ukur dari kekuasaan, tetapi juga kemampuan menjalin silaturahmi dan belajar dari pengalaman masa lalu. Gibran yang datang dengan sikap rendah hati menunjukkan pentingnya sikap terbuka dalam menerima nasihat. Hal ini bisa menjadi modal penting bagi dirinya dalam menjalankan peran sebagai Wakil Presiden sekaligus bagian dari kepemimpinan nasional ke depan.