Megadewa88portal,Jakarta – PT Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) resmi meresmikan pembangunan pabrik baru di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas produksi nasional sekaligus memperluas distribusi hingga kawasan Timur Indonesia. Dengan adanya pabrik baru ini, Godrej semakin optimis menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur regional di Asia Tenggara.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja

CEO GCPI Rajesh Sethuraman menjelaskan bahwa investasi di Kendal tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga komitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Lokasi Kendal yang strategis, berada di jalur logistik nasional, akan memudahkan distribusi produk sekaligus menurunkan biaya operasional dan jejak karbon. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan yang mendorong keberlanjutan dan efisiensi dalam rantai pasok.

Pabrik baru ini akan menjadi pusat produksi merek-merek populer seperti HIT, Stella, dan Mitu, yang selama ini di produksi di Bogor dan Bekasi. Dengan fasilitas modern di Kendal, perusahaan menargetkan peningkatan skala produksi yang lebih besar. Termasuk memenuhi kebutuhan ekspor ke pasar Asia Tenggara. Ekspansi ini juga memperkuat daya saing Indonesia di industri FMCG global.

Pemerintah daerah setempat turut menyambut positif langkah tersebut. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyatakan bahwa keberadaan pabrik Godrej akan membuka ribuan lapangan kerja baru dan memberi kontribusi signifikan pada ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu, fasilitas ini juga di rancang dengan konsep ramah lingkungan. Sehingga diharapkan dapat menjadi contoh bagi investasi industri berkelanjutan di Kendal.

Baca juga : Integrasi Data Dukcapil, BRI Cairkan Kredit Rp1 T Per Hari

Pembangunan pabrik Godrej di Kendal bukan hanya sekadar ekspansi bisnis, melainkan juga bentuk dukungan nyata pada perekonomian nasional. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, dukungan tenaga kerja lokal, serta orientasi pasar ekspor, langkah ini menegaskan peran Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok produk konsumen dunia.