Megadewa88 portal,JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan hari ini dengan gemilang, melesat tajam dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Penguatan signifikan ini terjadi tak lama setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data pertumbuhan ekonomi nasional yang menunjukkan angka di atas 5%.

Pada penutupan perdagangan hari Rabu, IHSG sukses ditutup menguat 0,93% atau melonjak 76,61 poin ke level 8.318,52. Torehan ini sekaligus mengukuhkan level 8.318 sebagai titik puncak baru dalam sejarah pasar modal domestik, sebuah pencapaian yang memicu optimisme investor.

Reaksi Pasar Terhadap Angka Pertumbuhan Ekonomi 5,04%

Kenaikan spektakuler IHSG hingga menyentuh level 8.318 ini didorong oleh sentimen positif yang berasal dari rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. BPS mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun ini mencapai 5,04% secara tahunan (Year-on-Year/YoY).

Meskipun angka ini sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, realisasi $5,04\%$ tersebut ternyata berada sedikit di atas estimasi rata-rata pasar yang memperkirakan pertumbuhan di kisaran $5,00\%$. Respons pasar menunjukkan bahwa investor menilai hasil ini sebagai indikasi fundamental ekonomi domestik yang masih resilien di tengah tantangan global.

Investor menyambut baik konfirmasi bahwa perekonomian masih mampu tumbuh di atas batas psikologis $5\%$, yang dianggap krusial untuk menjaga daya tarik investasi. Sentimen positif ini secara cepat mengubah arah pergerakan IHSG yang sempat dibuka di zona merah pada sesi pagi hari.

Sektor Teknologi dan Finansial Memimpin Reli Indeks

Kekuatan utama yang menopang lonjakan IHSG hari ini terkonsentrasi pada sejumlah sektor kunci, mencerminkan optimisme terhadap kinerja korporasi. Sektor teknologi menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan lebih dari $3\%$, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor finansial yang juga mencatatkan kenaikan signifikan di atas $1\%$.

Aktivitas perdagangan tercatat sangat ramai, dengan total nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 18 triliun. Meskipun indeks menguat, volatilitas di pasar tetap tinggi, di mana tercatat 284 saham berhasil menguat, sementara 357 saham lainnya harus terkoreksi.

Baca Juga:Cak Imin: Pemutihan utang BPJS dimulai akhir tahun

Pergerakan ini turut didukung oleh aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing, menandakan adanya arus modal masuk yang signifikan, yang semakin memperkuat posisi fundamental IHSG di tengah proyeksi percepatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV mendatang.