Megadewa88portal,Jakarta – Belakangan banyak pengendara mengeluhkan SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo kehabisan stok bensin non-subsidi. Situasi ini membuat konsumen kebingungan karena jenis bensin “super” dan “premium” di beberapa lokasi tidak tersedia. Meski solar masih ada, pasokan bensin yang lebih banyak di pakai masyarakat terasa sangat terbatas.

Kondisi ini di picu oleh perubahan pola konsumsi masyarakat. Sistem registrasi dan QR code untuk BBM subsidi membuat sebagian besar pengendara akhirnya beralih ke bensin non-subsidi. Permintaan melonjak tajam, tetapi pasokan dari SPBU swasta tidak cukup cepat menyesuaikan. Akibatnya, banyak SPBU melaporkan stok mereka habis lebih cepat dari prediksi.

Izin Impor & Sistem Baru Lewat Pertamina

Selain permintaan yang naik, ada masalah struktural di sisi perizinan impor. Biasanya, izin impor BBM berlaku setahun penuh, namun sekarang dipangkas menjadi enam bulan dan harus dievaluasi tiga bulan sekali. Perubahan ini menambah beban administrasi bagi SPBU swasta yang harus menyiapkan data volume serta logistik lebih detail.

Pemerintah juga menawarkan skema impor satu pintu lewat Pertamina untuk SPBU swasta. Ide ini muncul agar saat stok menipis, Pertamina bisa membantu mendistribusikan pasokan tambahan. Namun, implementasi kebijakan ini masih butuh penyesuaian, terutama dalam hal spesifikasi produk dan distribusi logistik.

Di sisi lain, pemerintah menyebut kuota impor untuk SPBU swasta sebenarnya sudah di tambah sekitar 10 persen di banding tahun lalu. Meski begitu, peningkatan kuota tetap belum mampu menahan laju konsumsi masyarakat yang makin besar. Hal ini memperlihatkan bahwa persoalan bukan hanya soal volume impor, tapi juga koordinasi distribusi.

Baca Juga : KPK ungkap dugaan korupsi kuota haji Kemenag

Secara keseluruhan, kekosongan bensin di SPBU swasta adalah kombinasi dari lonjakan konsumsi, perubahan regulasi, dan distribusi yang belum optimal. Pemerintah, Pertamina, dan SPBU swasta dituntut bekerja sama lebih solid agar pasokan kembali normal. Selama perbaikan belum selesai, konsumen harus siap mencari alternatif SPBU yang masih memiliki stok.