Megadewa88portal,Jakarta – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali membuat pernyataan yang menggemparkan di panggung politik global. Ia secara konsisten mengklaim memiliki kemampuan unik. Ia yakin mampu mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina dengan cepat.
Dalam berbagai kesempatan kampanye dan wawancara, Trump berulang kali menegaskan. Ia bisa menyelesaikan konflik ini hanya dalam waktu 24 jam saja, sehingga Klaim ini menjadi salah satu janji utama dalam agenda kebijakan luar negerinya.

Trump percaya bahwa hubungan pribadinya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, memberinya keuntungan. Keuntungan negosiasi ini tidak dimiliki oleh Presiden Joe Biden. Pernyataan ini tentu menarik perhatian, tetapi juga menimbulkan keraguan.
Spekulasi di Balik Rencana Perdamaian “Rahasia” Trump
Meskipun Trump sering mengulang klaimnya, detail spesifik mengenai rencana perdamaian 24 jam tersebut masih dirahasiakan. Dalam beberapa wawancara, ia hanya menyebut bahwa prosesnya akan melibatkan pembicaraan intensif. Pembicaraan ini akan di lakukan dengan kedua pihak yang berkonflik.
Ia meyakini, ia bisa membuat kesepakatan yang “dapat di terima”. Kesepakatan ini harus bisa di terima oleh Moskow dan Kyiv. Trump berargumen bahwa konflik yang berlangsung sejak Februari 2022 ini telah merugikan banyak pihak, sehingga Kerugian tersebut termasuk nyawa manusia dan sumber daya global.
Banyak analis berspekulasi tentang kemungkinan isi rencana perdamaian ini. Rencana tersebut mungkin melibatkan desakan terhadap Ukraina. Tujuannya adalah untuk menyerahkan sebagian wilayah yang kini di duduki oleh Rusia. Sebagai imbalannya, Rusia di dorong untuk menghentikan serangan militernya.
Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah berulang kali menolak keras usulan semacam itu. Kyiv menegaskan tidak akan menyerahkan wilayah kedaulatannya.
Baca Juga : Dua Negara Asia Selatan Saling Serang Lagi, Situasi Memanas
Pernyataan Trump ini memicu reaksi beragam di kancah internasional. Para pendukungnya melihatnya sebagai tanda kepemimpinan kuat. Kepemimpinan ini mampu mengambil tindakan tegas dan cepat. Sebaliknya, para kritikus khawatir, oleh karena itu Mereka merasa penyelesaian cepat dapat mengorbankan kedaulatan Ukraina.
Pemerintah AS dan sekutu NATO terus mempertahankan dukungan penuh terhadap Kyiv. Mereka berpendapat bahwa hanya Rusia yang bisa mengakhiri perang ini. Rusia harus segera menarik pasukannya dari wilayah Ukraina. Terlepas dari klaimnya, Trump harus mampu meyakinkan Kyiv dan sekutunya, maka dari itu Ia harus membuktikan bahwa rencananya tidak akan merugikan kepentingan jangka panjang Ukraina.

Tinggalkan Balasan