Megadewa88portal,Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini mengungkap temuan mengejutkan terkait aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi tidak jauh dari kawasan wisata Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lokasi tambang ini berada di Dusun Lendek Bare, Kecamatan Sekotong, hanya sekitar satu jam perjalanan dari Mandalika. Aktivitas tambang ilegal tersebut di perkirakan memproduksi hingga 3 kilogram emas per hari, sebuah angka yang menunjukkan skala operasi yang cukup besar dan signifikan bagi wilayah tersebut.

Tantangan Penegakan Hukum Tambang Ilegal

Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi KPK Wilayah V, Dian Patria, mengaku kaget dengan temuan ini. “Saya juga baru tahu. Saya nggak pernah nyangka di Pulau Lombok, 1 jam dari Mandalika ada tambang emas besar, baru tahu saya,” ujarnya. Temuan ini sebenarnya di ketahui sejak 4 Oktober 2024, namun penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal ini di nilai sangat kompleks. Salah satu kendalanya adalah dugaan adanya bekingan dari pihak tertentu, yang membuat proses penindakan menjadi lebih sulit di lakukan.

KPK telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Kementerian ESDM dan aparat penegak hukum lainnya, untuk menindaklanjuti praktik pertambangan tanpa izin (PETI) ini. Penindakan tetap menjadi tanggung jawab instansi berwenang, namun KPK menekankan pentingnya kerja sama semua pihak untuk menegakkan aturan secara tegas. Hal ini krusial agar praktik PETI yang merugikan negara dan lingkungan dapat di minimalkan.

Selain di Dusun Lendek Bare, KPK juga mencatat adanya tambang ilegal berskala lebih besar di wilayah Sumbawa, NTB. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik PETI masih marak di beberapa daerah, meski pemerintah telah melakukan berbagai upaya penertiban. Aktivitas tambang ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi ekonomi, tetapi juga berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Baca Juga : Daerah Kaya Tambang Tapi Warganya Justru Miskin, KPK Ungkap Fakta Mengejutkan

KPK berharap semua pihak, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, dapat bekerja sama secara efektif. Penanganan tambang ilegal di sekitar Mandalika menjadi penting untuk memastikan bahwa sumber daya alam dikelola secara legal dan berkelanjutan. Selain itu, keseriusan dalam penegakan hukum diharapkan menjadi efek jera bagi pihak-pihak yang mencoba mengeksploitasi sumber daya tanpa izin.