Megadewa88portal,Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan fakta menarik terkait Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil kabur dari sindikat penipuan daring atau online scam di Kamboja. Meski telah diselamatkan, sebagian dari mereka memilih untuk tetap tinggal di luar negeri. “Kita lihat nanti kebutuhannya seperti apa, apakah semuanya mau pulang atau tidak, karena ada juga yang kita pulangi ternyata dia tidak mau pulang,” ujar Menlu Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Alasan Beberapa WNI Tidak Ingin Pulang
Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mencatat bahwa 110 WNI di amankan setelah melarikan diri dari lokasi penipuan daring di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal. Dari jumlah tersebut, 67 orang di jadwalkan untuk di pulangkan ke Indonesia pada 22–24 Oktober 2025. Namun, beberapa WNI justru menolak rencana pemulangan ini karena alasan pribadi.
Menurut Menlu Sugiono, ada beberapa faktor yang membuat mereka enggan pulang. Beberapa WNI merasa sudah terlanjur bergantung pada pekerjaan di perusahaan penipuan daring, meskipun aktivitas itu ilegal. Ada pula yang takut kehilangan penghasilan karena tidak memiliki pekerjaan alternatif di Indonesia. Fenomena ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam proses repatriasi dan reintegrasi para korban.
Kasus serupa bukanlah hal baru. Beberapa WNI yang pernah dipulangkan ke Indonesia justru kembali lagi ke negara tempat mereka bekerja. Karena tergiur dengan iming-iming gaji tinggi dari sindikat penipuan daring. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan online scam sangat kompleks, dan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk aspek sosial dan psikologis.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan WNI korban. Pendampingan psikologis dan sosial di berikan untuk membantu mereka menghadapi trauma serta mempersiapkan reintegrasi ke masyarakat Indonesia.
Baca Juga : Bangkalan Memanas, Brimob Kena Bacok Saat Karapan Sapi
Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan individu. Oleh karena itu, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya online scam menjadi langkah penting agar kasus serupa tidak terulang di masa depan. Program sosialisasi, pelatihan kerja, dan dukungan ekonomi menjadi kunci agar WNI korban bisa kembali ke Indonesia dengan aman dan produktif.

1 Komentar