Megadewa88portal,Jakarta – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menegaskan kembali sikap tegasnya terkait serangan yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober 2023. Dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 25 September 2025. Abbas menyatakan bahwa aksi tersebut tidak mencerminkan kehendak rakyat Palestina dan tidak mewakili perjuangan mereka yang sah untuk kebebasan dan kemerdekaan. Ia menekankan bahwa menargetkan warga sipil dan melakukan penyanderaan adalah tindakan yang tidak dapat di benarkan dan bertentangan dengan prinsip perjuangan Palestina.

Presiden Abbas menekankan pentingnya menjaga citra perjuangan Palestina di mata dunia internasional. Menurutnya, tindakan kekerasan yang menimpa warga sipil hanya merusak legitimasi perjuangan Palestina dan memberikan alasan bagi pihak luar untuk menolak aspirasi kemerdekaan mereka. Ia juga menyerukan agar semua faksi Palestina fokus pada dialog dan rekonsiliasi internal demi membangun negara yang kuat dan bersatu.

Penegasan Kedaulatan Palestina dan Masa Depan Gaza

Abbas juga menegaskan bahwa Jalur Gaza adalah bagian integral dari negara Palestina. Ia menyatakan kesiapan Pemerintah Otoritas Palestina (PA) untuk mengambil alih tanggung jawab penuh atas pemerintahan dan keamanan di Gaza. Hal ini bertujuan agar wilayah tersebut berada di bawah kendali sah dan di akui secara internasional. Sekaligus memastikan rakyat Gaza mendapat perlindungan dan bantuan yang memadai.

Ia juga menekankan perlunya komunitas internasional membantu menstabilkan Gaza melalui bantuan kemanusiaan dan dukungan diplomatik. Abbas mengajak semua pihak untuk kembali ke meja perundingan demi solusi politik yang adil dan langgeng, dan menegaskan bahwa perdamaian hanya bisa di capai melalui dialog, bukan kekerasan.

Langkah ini menunjukkan komitmen PA untuk menjaga kedaulatan Palestina dan menguatkan posisi mereka di kancah internasional. Presiden Abbas berharap tindakan tegasnya dapat menjadi sinyal bahwa perjuangan Palestina tetap sah. Namun harus di jalankan dengan cara damai dan diplomatis.

Baca Juga : Slovenia Larang PM Israel Netanyahu Masuk: Tegas Tolak Pelanggaran Hukum Internasional

Dengan pidato ini, Abbas berharap dunia memahami bahwa kekerasan bukan representasi rakyat Palestina. Dan masa depan Palestina harus di bangun melalui rekonsiliasi, kedaulatan, dan perdamaian yang berkelanjutan.