Megadewa88portal,Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali mencetak sejarah pada Rabu, 26 November 2025. Indeks acuan ini menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) di level 8.602,13. Capaian ini menutup perdagangan dengan penguatan signifikan sebesar 0,94 persen.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut gembira rekor tersebut. Dalam responsnya, ia bahkan melontarkan candaan populer di kalangan investor. Ia menyebut pergerakan pasar saham kini sedang “To The Moon, To The Moon!”

Lonjakan ini bukan hanya sekadar angka, tetapi cerminan dari kepercayaan investor. Kepercayaan ini sangat kuat, baik dari investor domestik maupun asing. Purbaya menegaskan sentimen positif ini berasal dari fundamental ekonomi Indonesia yang membaik.

Kepercayaan Investor sebagai Fondasi Utama Pasar Saham

Menurut Purbaya, kenaikan IHSG ke level 8.602 di dorong oleh keyakinan investor. Mereka percaya terhadap prospek pembangunan dan program ekonomi Pemerintah saat ini. Program ini diklaim lebih jelas dan terarah di masa depan.

Kepercayaan investor tersebut didasarkan pada ekspektasi yang tinggi. Mereka berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa berjalan lebih cepat ke depan. Purbaya juga menyoroti bahwa kenaikan saham kali ini cukup merata. Kenaikan tidak hanya di dominasi saham-saham yang spekulatif atau ‘gorengan’.

Sejak Purbaya menjabat sebagai Menteri Keuangan, IHSG telah mencatat rekor tertinggi all time high sebanyak enam kali. Bahkan, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK mencatat. IHSG sudah mencetak rekor 13 kali sepanjang tahun 2025 saja. Angka-angka ini menunjukkan tren yang sangat positif dan berkelanjutan.

Baca Juga : Serikat buruh menunggu kejelasan penetapan UMP 2026

Selain sentimen domestik yang kuat, pasar global juga turut mendukung momentum ini. Harapan akan penurunan suku bunga The Federal Reserve AS meningkat. Hal ini umumnya direspons positif oleh pasar modal global. Investor cenderung memindahkan dana ke pasar berkembang, termasuk IHSG.

Meskipun demikian, Purbaya tetap mendorong otoritas terkait. Mereka harus menindak tegas saham-saham ‘gorengan’. Tujuannya adalah menjaga integritas dan kesehatan pasar modal. Jika tidak ada optimisme yang kuat, IHSG tidak akan mencapai level 8.600. Pencapaian ini adalah bukti nyata optimisme pasar yang solid.