Megadewa88portal,Jakarta – Rencana impor 105.000 unit mobil pickup dari India sedang menjadi sorotan panas di Indonesia. PT Agrinas Pangan Nusantara di kabarkan akan mendatangkan kendaraan senilai Rp 24 triliun lebih. Langkah ini memicu perdebatan besar karena di lakukan saat pemerintah sedang memperkuat industri lokal. Banyak pihak menyayangkan keputusan ini mengingat produsen dalam negeri memiliki kemampuan mumpuni.
Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa kapasitas produksi mobil pickup nasional mampu mencapai satu juta unit. Produsen besar seperti Daihatsu dan Suzuki sudah memiliki fasilitas manufaktur canggih di tanah air. Pengadaan skala masif ini seharusnya bisa memperkuat ekosistem industri komponen lokal kita sendiri. Penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar terancam hilang jika pesanan di alihkan ke luar.

Anggota DPR RI memberikan kritik keras karena kebijakan ini di anggap tidak sejalan semangat nasional. Nilai tambah ekonomi triliunan rupiah di prediksi akan lari ke luar negeri akibat importasi tersebut. Selain itu jaringan purna jual kendaraan impor di pedesaan masih di ragukan kualitasnya saat ini. Mari kita telaah lebih jauh mengenai dampak nyata rencana kebijakan impor bagi ekonomi.
Dampak Negatif Impor Kendaraan Utuh Bagi Rantai Pasok Otomotif Indonesia
Rencana impor kendaraan utuh ini berpotensi memukul industri komponen kecil di berbagai daerah. Penggunaan produk lokal yang sudah mencapai standar tinggi seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah. Jika pesanan di alihkan ke India maka utilisasi pabrik otomotif dalam negeri akan menurun drastis. Hal ini sangat mengkhawatirkan bagi keberlangsungan hidup ratusan ribu pekerja sektor manufaktur otomotif.
Baca Juga : Menteri PU fokus tuntaskan jembatan Lausimeme
Para pengamat menyebutkan kerugian dampak ekonomi dari kebijakan ini bisa mencapai angka fantastis. Industri pendukung seperti produsen ban dan baterai nasional akan kehilangan potensi pasar sangat besar. Padahal industri otomotif saat ini sedang berjuang menghadapi penurunan daya beli masyarakat cukup signifikan. Pemerintah perlu melakukan kajian ulang agar kebijakan pengadaan tetap berpihak pada industri domestik.
Optimasi kapasitas pabrik dalam negeri adalah kunci utama mencapai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Dukungan terhadap produk rakitan anak bangsa memberikan dampak positif jangka panjang bagi nasional. Jangan sampai peluang emas memperkuat industri otomotif justru di nikmati oleh negara lain saat ini. Mari terus kawal agar setiap kebijakan pemerintah selalu mengutamakan kemajuan dan kesejahteraan rakyat.

Tinggalkan Balasan