Megadewa88 portal,Rencana Israel untuk mengklaim wilayah Tepi Barat menuai kecaman keras dari kelompok Hamas. Organisasi yang berbasis di Jalur Gaza itu menilai langkah tersebut sebagai tindakan sepihak yang berpotensi memperburuk ketegangan dan merusak peluang tercapainya solusi damai di kawasan.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menyebut rencana tersebut sebagai bentuk “aneksasi ilegal” yang melanggar hukum internasional dan mengabaikan hak-hak rakyat Palestina. Mereka menegaskan bahwa Tepi Barat merupakan wilayah yang diduduki, sehingga setiap upaya pengambilalihan kedaulatan oleh Israel dianggap tidak sah dan tidak memiliki dasar hukum.

Hamas juga menyerukan kepada masyarakat internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara berpengaruh, untuk mengambil langkah konkret guna menghentikan rencana tersebut. Menurut mereka, sikap diam atau respons yang lemah hanya akan mendorong eskalasi konflik dan memperpanjang penderitaan warga sipil di wilayah Palestina.

Di sisi lain, pemerintah Israel menilai kebijakan terkait Tepi Barat sebagai bagian dari kepentingan keamanan nasional serta strategi politik domestik. Sejumlah pejabat Israel menyebut langkah tersebut sebagai upaya memperkuat kendali atas wilayah yang dianggap memiliki nilai strategis dan historis bagi negara mereka.

Rencana tersebut memicu reaksi beragam dari komunitas internasional. Sejumlah negara dan organisasi global menyatakan kekhawatiran bahwa langkah aneksasi dapat menghancurkan peluang solusi dua negara yang selama ini menjadi kerangka utama dalam upaya perdamaian Israel–Palestina.

Ketegangan di Tepi Barat sendiri terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, dengan berbagai insiden keamanan yang melibatkan pasukan Israel dan warga Palestina. Banyak pihak menilai bahwa keputusan politik yang bersifat sepihak berisiko memicu gelombang kekerasan baru, serta memperdalam jurang ketidakpercayaan antara kedua belah pihak.

Baca Juga: Mantan kekasih Epstein menolak bersaksi, ajukan grasi ke Trump

Hamas menegaskan akan terus menentang setiap upaya yang dinilai mengancam hak-hak rakyat Palestina, sembari mendesak persatuan nasional untuk menghadapi situasi yang semakin kompleks. Mereka juga memperingatkan bahwa langkah aneksasi dapat memicu reaksi luas di kawasan, baik secara politik maupun keamanan.