Megadewa88portal,Jakarta – Pemerintah Indonesia menegaskan kabar yang menyebutkan adanya perundingan dengan Israel untuk menerima warga Gaza tidak benar. Isu ini muncul setelah media internasional melaporkan bahwa Indonesia disebut sebagai salah satu negara tujuan relokasi. Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada komunikasi atau kesepakatan dengan pihak Israel terkait hal ini.

Fokus pada Bantuan Kemanusiaan, Bukan Relokasi
Juru Bicara Kemenlu, Rolliansyah Soemirat, menyatakan pemerintah tidak pernah membicarakan rencana relokasi warga Gaza ke Indonesia. Fokus Indonesia tetap pada upaya gencatan senjata, penyaluran bantuan kemanusiaan, dan dukungan rekonstruksi Gaza. Pemerintah juga menolak segala bentuk upaya yang dapat mengubah demografi Palestina.
Laporan yang menyebut adanya proyek “relokasi sukarela” 100 warga Gaza ke Indonesia, termasuk untuk bekerja, di bantah sepenuhnya. Tidak ada pertemuan atau perundingan yang pernah di lakukan, baik secara resmi maupun tidak resmi. Indonesia menegaskan kebijakannya konsisten mendukung solusi dua negara dan kedaulatan Palestina.
Sebelumnya, media Israel mengklaim bahwa ada lima negara yang sedang di ajak berunding oleh Israel untuk relokasi warga Gaza. Indonesia di sebut sebagai salah satunya, namun pemerintah langsung mengeluarkan klarifikasi resmi. Hal ini menjadi bukti bahwa diplomasi luar negeri Indonesia berdiri tegas sesuai prinsip UUD 1945 dan amanat konstitusi.
Baca juga : Israel Blokir 430 Jenis Bahan Makanan ke Gaza
Kemlu RI juga menekankan bahwa segala bantuan bagi rakyat Palestina dilakukan melalui jalur resmi. Indonesia memilih menyalurkan bantuan langsung ke Gaza atau melalui lembaga kemanusiaan terpercaya, bukan dengan memindahkan warganya ke negara lain. Sikap ini selaras dengan posisi Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk PBB.
Konsistensi ini mempertegas citra Indonesia sebagai negara yang aktif dalam diplomasi perdamaian, sekaligus menjaga hubungan internasional yang berlandaskan prinsip dan moral. Dengan demikian, tuduhan atau spekulasi mengenai perundingan dengan Israel tidak memiliki dasar yang kuat.

Tinggalkan Balasan