Megadewa88portal,Jakarta – Indonesia di berkahi potensi energi terbarukan yang sangat besar. Salah satu sumber daya unggulan adalah panas bumi atau geothermal yang melimpah. Pemerintah kini serius memanfaatkan potensi ini. Panas bumi akan di jadikan basis utama produksi hidrogen hijau.
Langkah ini di ambil untuk membangun ekosistem hidrogen di Indonesia. Hidrogen di pandang sebagai bahan bakar masa depan yang sangat bersih. Pengembangan hidrogen hijau adalah komitmen mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060. Indonesia berambisi menjadi pemain kunci di pasar hidrogen dunia.

Hidrogen hijau di produksi melalui proses elektrolisis air. Proses ini menggunakan listrik dari energi terbarukan, seperti panas bumi. Berbeda dengan hidrogen dari fosil, jenis ini bebas emisi karbon. Ini menjadikannya solusi energi yang sangat berkelanjutan.
Sinergi BUMN dan Pemerintah Dorong Produksi Hidrogen Skala Besar
Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus mendorong proyek ini. Fokus utamanya adalah mengoptimalkan lokasi panas bumi yang sudah ada. Pemanfaatan geothermal untuk hidrogen akan di mulai dengan pilot project. Proyek percontohan ini akan menguji kelayakan ekonomi dan teknisnya.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengambil peran aktif dalam inisiatif ini. PLN dan Pertamina Geothermal Energy (PGE) berada di garis depan. Mereka sedang melakukan kajian mendalam untuk pabrik hidrogen. Di harapkan produksi hidrogen hijau bisa segera di mulai dan beroperasi.
Potensi panas bumi Indonesia di perkirakan mencapai sekitar 28 Giga Watt (GW). Sayangnya, baru sebagian kecil yang sudah berhasil di manfaatkan, sehingga Potensi besar ini menjadikan Indonesia sangat strategis. Posisi ini mendukung produksi hidrogen dalam skala besar.
Baca Juga : Prabowo gelar rapat menteri di Hambalang soal bencana Sumatra
Pengembangan ekosistem hidrogen ini akan membawa banyak manfaat. Manfaatnya termasuk di versifikasi sumber energi nasional. Selain itu, investasi di sektor energi bersih juga akan meningkat. Proyek ini pun berpotensi membuka lapangan kerja baru.
Indonesia berpeluang besar menjadi eksportir hidrogen di Asia. Ini karena ketersediaan sumber daya geothermal yang melimpah. Langkah strategis ini akan mengukuhkan posisi RI di peta energi global. Pembangunan ekosistem ini merupakan langkah progresif menuju energi masa depan.
Kerja sama antar instansi menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Dukungan kebijakan dan investasi teknologi di perlukan secara berkelanjutan, Maka dari itu Tujuannya adalah memastikan hidrogen hijau menjadi komoditas energi andalan. Komitmen Indonesia terhadap energi bersih sangat jelas.

Tinggalkan Balasan