Megadewa88portal,Jakarta – Di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, warga Suku Baduy sering menghadapi risiko gigitan ular berbisa, seperti ular tanah (Calloselasma rhodostoma). Ancaman ini menjadi momok karena keterbatasan akses medis dan serum anti bisa ular (ABU) yang sulit didapat. Namun, keberadaan serum ABU kini memberi harapan baru bagi keselamatan warga.

Distribusi Serum ABU dan Upaya Penanganan
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak telah menyiapkan 250 vial serum ABU yang akan didistribusikan ke puskesmas perbatasan wilayah Baduy. Puskesmas seperti Cisimeut, Leuwidamar, dan Cirinten menjadi titik utama distribusi untuk mempercepat penanganan gigitan ular. Selama ini, keterlambatan penanganan menjadi faktor utama fatalitas, karena warga harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pertolongan medis.
Selain itu, warga Baduy selama ini mengandalkan pengetahuan tradisional berupa ramuan herbal. Meskipun berguna, cara ini belum tentu cukup untuk menetralkan racun dari gigitan ular berbisa. Oleh karena itu, serum ABU menjadi solusi medis yang sangat di butuhkan. Relawan dan organisasi seperti Sahabat Relawan Indonesia (SRI) juga aktif memberikan edukasi pentingnya penanganan medis cepat dan penggunaan serum ABU.
Kecepatan penanganan menjadi kunci. Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat puluhan kasus gigitan ular berbisa, beberapa di antaranya berakhir fatal karena keterlambatan pengobatan. Dengan adanya distribusi serum ABU, di harapkan angka kematian dapat di tekan. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, relawan, dan masyarakat adat sangat menentukan efektivitas penyelamatan nyawa warga Baduy.
Baca juga : PO Haryanto Larang Kru Putar Lagu, Takut Kena Denda Royalti
Selain distribusi serum, edukasi masyarakat juga di gencarkan. Warga diajarkan cara mengenali gejala gigitan ular berbisa dan pentingnya segera menuju puskesmas terdekat. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan keselamatan mereka tetap terjaga, meski tinggal di lokasi terpencil.
Ketersediaan serum ABU dan edukasi medis memberikan harapan baru bagi warga Baduy. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan relawan, ancaman gigitan ular bisa lebih terkontrol dan keselamatan warga meningkat. Serum ABU bukan sekadar obat, tapi simbol perlindungan dan kepedulian terhadap komunitas adat yang hidup di pedalaman.

1 Komentar