Megadewa88portal,Jakarta – Indonesia terus mempercepat modernisasi kilang minyak sebagai langkah yang sangat strategis. Tujuannya adalah memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor BBM. Di tengah kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terus meningkat, pembaruan kilang adalah solusi jangka panjang. Modernisasi ini akan memastikan keamanan pasokan energi.
Investasi pada infrastruktur pengolahan minyak ini menjadi sangat krusial. Kondisi geopolitik global yang tidak menentu dapat memengaruhi rantai pasok energi. Modernisasi tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pengolahan minyak mentah. Pembaruan teknologi penting agar mampu menghasilkan BBM dengan standar yang lebih tinggi. Standar ini termasuk Euro V yang jauh lebih ramah lingkungan.

PT Pertamina (Persero) menjalankan program besar bernama Refinery Development Master Plan (RDMP). Program RDMP ini bertujuan merevitalisasi kilang-kilang lama yang sudah ada. Proyek RDMP Balikpapan menjadi salah satu contoh nyatanya yang sukses. Progres proyek ini sudah mencapai lebih dari 96% per Oktober 2025.
Peningkatan Kapasitas Produksi dan Multiplier Effect Ekonomi Daerah
Proyek RDMP Balikpapan ditargetkan dapat beroperasi penuh pada pertengahan November 2025. Proyek ini akan meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260.000 barel per hari. Kapasitas akan meningkat menjadi 360.000 barel per hari. Hal ini menjadikan Kilang Balikpapan sebagai kilang terbesar di Indonesia. Peningkatan kapasitas ini sangat krusial untuk menghadapi defisit BBM nasional.
Data Kementerian ESDM memproyeksikan kebutuhan BBM nasional mencapai 1,359 juta barel per hari. Namun, kemampuan pengolahan kilang nasional saat ini hanya sekitar 719.000 barel per hari. Kesenjangan besar ini menciptakan defisit signifikan yang selama ini dipenuhi melalui impor. Dengan modernisasi, Indonesia berpeluang besar mengurangi defisit perdagangan akibat impor BBM.
Baca Juga : Kemeriahan KOPLING 2025 tuai pujian Menteri UMKM
Selain manfaat energi, pembangunan dan modernisasi kilang juga memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Proyek RDMP Balikpapan menyerap hingga 24.000 tenaga kerja saat puncak konstruksi. Pembangunan kilang juga ikut menggairahkan industri dalam negeri. Hal ini sejalan dengan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Modernisasi kilang bukan hanya tentang energi, tetapi juga kedaulatan ekonomi.

Tinggalkan Balasan