Megadewa88 portal,Stres keuangan terbukti memiliki dampak serius terhadap kesehatan jantung, bahkan setara dengan risiko yang ditimbulkan oleh hipertensi. Tekanan berkepanjangan akibat masalah ekonomi—seperti kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, beban utang, hingga ketidakpastian pendapatan—dapat memicu respons fisiologis yang merugikan sistem kardiovaskular.

Ketika seseorang berada dalam kondisi stres keuangan kronis, tubuh secara konsisten memproduksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Peningkatan hormon ini dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, serta memicu peradangan pada pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berkontribusi terhadap pengerasan arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu dengan tingkat stres finansial tinggi memiliki kemungkinan lebih besar mengalami gangguan jantung dibandingkan mereka yang kondisi ekonominya stabil. Risiko ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis, tetapi juga oleh perubahan perilaku. Stres keuangan kerap mendorong pola hidup tidak sehat, seperti kurang tidur, konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, merokok, serta minim aktivitas fisik, yang semuanya memperburuk kesehatan jantung.

Dampak stres keuangan juga sering kali tidak disadari karena gejalanya berkembang secara perlahan. Rasa cemas, mudah lelah, dan gangguan konsentrasi kerap dianggap sebagai masalah psikologis semata, padahal kondisi tersebut dapat menjadi sinyal awal gangguan kardiovaskular. Tanpa penanganan yang tepat, tekanan mental akibat masalah ekonomi berpotensi menimbulkan kerusakan jantung jangka panjang.

Baca Juga: Waspada, Gejala GERD Butuh Pemeriksaan Lanjut

Para ahli menekankan pentingnya pengelolaan stres sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit jantung. Selain menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol, individu disarankan untuk mengelola keuangan secara lebih terencana, mencari dukungan sosial, serta menerapkan teknik relaksasi untuk menekan dampak stres. Dengan pendekatan yang menyeluruh, risiko kerusakan jantung akibat stres keuangan dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.