Megadewa88portal,Jakarta – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, bergerak cepat merespons kebutuhan energi di wilayah yang di landa bencana. Perusahaan ini secara masif menggenjot pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di area yang terdampak banjir dan longsor. Sehingga Prioritas utama adalah memastikan masyarakat tetap dapat memasak dan beraktivitas.

Langkah ini di ambil menyusul gangguan distribusi yang signifikan. Gangguan ini terjadi akibat rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan di beberapa lokasi. Situasi ini di alami khususnya di wilayah Sumatera Utara yang baru-baru ini di landa banjir parah.

Pertamina memastikan ketersediaan LPG, terutama subsidi tabung 3 kg, dalam kondisi aman. Mereka telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang beroperasi 24 jam penuh.

Strategi Emergency dan Distribusi Door-to-Door di Lokasi Terdampak

Dalam strategi tanggap daruratnya, Pertamina Patra Niaga mengaktifkan jalur distribusi alternatif. Mereka menggunakan moda transportasi yang lebih fleksibel. Termasuk mobil off-road dan bahkan perahu. Tujuannya adalah menjangkau desa-desa yang terisolasi.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan. Stok LPG telah di tambah hingga 150 persen dari alokasi normal di depot terdekat. Penambahan stok ini di lakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dari masyarakat.

Baca Juga : Pemerintahan Baru: Otorita Ibu Kota Nusantara Diharapkan Jadi Acuan Etos Kerja Publik

Selain menambah suplai di tingkat agen dan pangkalan resmi, Pertamina juga melakukan penjualan langsung. Penjualan ini dilakukan melalui skema door-to-door ke posko pengungsian. Mereka menyalurkan LPG dan bahan bakar lain.

Bahan bakar lain yang di salurkan adalah minyak tanah untuk kebutuhan tertentu. Penyaluran ini tidak hanya berfokus pada LPG rumah tangga. Pertamina juga menjamin pasokan energi untuk sektor vital. Ini termasuk rumah sakit dan dapur umum, oleh karena itu Dapur umum ini di dirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Aksi cepat Pertamina ini sangat vital untuk kelangsungan hidup korban. Pasalnya, LPG menjadi sumber energi utama. Sumber energi ini dibutuhkan untuk memasak dan menghangatkan diri di tengah cuaca ekstrem. Langkah ini membuktikan komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional, bahkan di tengah krisis dan bencana.