Megadewa88,Jakarta – Dilansir oleh beberapa media luar negeri , perang Thailand kontra Kamboja masih terus berlangsung hingga hari ini. Kedua Negara yang bertetangga ini saling melancarkan serangan di perbatasan sejak Kamis 24 Juli 2025.

Di tengah Insiden ini , Presiden Amerika yakni Donald Trump tiba-tiba muncul menjadi penengah dalam konflik kedua negara ini. Trump mengatakan bahwa kedua pemimpin baik Thailand maupun Cambodia sepakat untuk bertemu dan merundingkan gencatan senjata.

Sosok Presiden dari Amerika Serikat ini mengaku telah berbicara dengan pelaksana tugas Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet soal diskusi untuk perdamaian. Dalam ungkapan nya itu ia mengancam untuk memberikan tarif perdangan yang tinggi apabila tidak ada upaya untuk gencatan senjata dari kedua belah pihak.

Tarif Perdangan Tinggi , Trump Ogah Nego Tarif

Awal bulan juli 2025, Trump menulis surat kepada pihak Thailand dan pihak Kamboja untuk memberikan Tarif 36% atas ekspor barang mereka ke AS, Mulai 1 Agustus. Kemudian kedua belah pihak (Thailand dan Kamboja) langsung menyampaikan penawaran kepada administrasi Trump. Hal ini terjadi dalam upaya agar menjadi yang terdepan dalam mencapai perjanjian dagang.

Awal Mula dan Dampak Perang Perbatasan Thailand dan Kamboja

Di ketahui sebelum nya perang antara kedua negara Thailand dan Cambodia pecah sejak kamis , 24 Juli 2025. Hingga kini konflik ini masih terus berlangsung dengan korban belasan orang tewas dan puluhan luka-luka. Akibatnya lebih dari 150.000 warga sipil telah di evakuasi untuk menghindari pecahnya konflik yang berkepanjangan.