Megadewa88portal,Jakarta – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kolombia kini memasuki fase tegang setelah mantan Presiden Donald Trump menuduh Presiden Kolombia, Gustavo Petro, sebagai “pemimpin narkoba ilegal”. Tuduhan ini dilontarkan melalui media sosial pada 19 Oktober 2025, bersamaan dengan serangan militer AS terhadap kapal yang diduga terkait kelompok pemberontak Kolombia di Laut Karibia. Serangan tersebut menewaskan tiga orang yang menurut Trump adalah “teroris”, meskipun pemerintah Kolombia menyatakan bahwa kapal tersebut milik keluarga lokal dan bukan kelompok pemberontak.

Ketegangan Politik dan Diplomatik Meningkat

Presiden Kolombia Petro langsung membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Kolombia serta penghinaan terhadap negara. Pemerintah Kolombia merespons dengan memanggil pulang duta besarnya dari Washington dan menangguhkan operasi bantuan USAID dari AS. Petro juga menekankan bahwa konsumsi narkoba di Amerika Serikat turut memperburuk masalah perdagangan narkoba di kawasan. Dan kebijakan unilateral AS tidak menyelesaikan akar masalah tersebut.

Ketegangan semakin memuncak setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif tinggi terhadap ekspor Kolombia dan menghentikan bantuan finansial. Ancaman ini menimbulkan kekhawatiran karena perdagangan dengan AS merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Kolombia. Serangan militer yang menargetkan kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba juga menuai kritik dari kelompok HAM dan masyarakat internasional. Yang menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional serta berpotensi meningkatkan konflik regional.

Situasi ini menyoroti kompleksitas hubungan internasional dalam upaya memerangi perdagangan narkoba. Kebijakan satu negara bisa berdampak luas terhadap negara lain, dan ketegangan seperti ini menuntut diplomasi yang hati-hati. Para analis internasional menilai, langkah kedua negara ke depan harus mengedepankan dialog konstruktif agar tidak merugikan kepentingan bersama maupun stabilitas regional.

Baca Juga : Utusan Rusia Tawarkan Proyek Terowongan di Selat Bering

Masyarakat internasional kini menantikan bagaimana kedua negara akan menangani situasi ini agar ketegangan tidak semakin meluas. Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya koordinasi global dalam memberantas perdagangan narkoba. Dan bahwa diplomasi tetap menjadi jalan utama dalam menyelesaikan konflik antarnegara.