Megadewa88portal,Jakarta – Pada Minggu, 28 Mei 2023, dunia di kejutkan oleh pemandangan tak biasa di Venesia, Italia. Air di bagian Grand Canal, kanal utama yang ikonik, tiba-tiba berubah warna menjadi hijau terang menyala. Fenomena visual yang dramatis ini menarik perhatian global dan turis.

Perubahan warna ini pertama kali terlihat oleh warga di dekat Jembatan Rialto. Pemandangan fluorescent ini segera menarik perhatian otoritas setempat. Pemerintah wilayah Veneto, di bawah Gubernur Luca Zaia, segera memerintahkan penyelidikan mendalam.

Kejadian ini menimbulkan banyak spekulasi di kalangan masyarakat. Spekulasi tersebut mulai dari pencemaran lingkungan hingga aksi protes dari aktivis. Tim penyelidik dari pemadam kebakaran dan Badan Perlindungan Lingkungan Regional (ARPAV) langsung mengambil sampel air. Mereka bertugas menganalisis zat yang menyebabkan perubahan warna misterius ini.

Penyelidikan Menemukan Kunci Warna Hijau Neon

Penyelidikan yang di lakukan oleh ARPAV segera memberikan jawaban yang pasti. Perubahan warna dramatis tersebut bukan disebabkan oleh alga atau zat beracun berbahaya. Pemicunya adalah fluorescein, sebuah bahan kimia yang tidak beracun. Bahan ini umumnya berwarna merah gelap. Namun, ia akan bersinar hijau terang saat larut dalam air.

Fluorescein sendiri biasa di gunakan dalam konstruksi bawah air atau geologi. Fungsinya adalah untuk melacak aliran air atau mengidentifikasi kebocoran. Meskipun zat tersebut tidak beracun, otoritas setempat mengecam keras insiden ini. ARPAV memperkirakan bahwa dosis fluorescein yang dibuang ke kanal berjumlah sekitar satu kilogram. Jumlah ini jauh melebihi dosis normal yang di butuhkan.

Otoritas setempat, termasuk Kepolisian Venesia, melakukan penyelidikan intensif. Mereka mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas pembuangan zat ini. Ada dugaan kuat bahwa insiden ini merupakan aksi protes aktivis lingkungan. Namun, hingga saat itu, tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

Baca Juga : Pertemuan Gibran dan Wakil Kanselir Jerman di G20 Afrika Selatan

Polisi menyisir rekaman CCTV di sekitar kanal. Mereka berusaha mencari petunjuk terkait individu yang membuang zat tersebut. Kejadian ini bersamaan dengan perayaan lomba perahu tradisional Vogalonga. Hal ini menambah kompleksitas penyelidikan.

Peristiwa kanal Venesia berubah hijau ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada tahun 1968, seniman Argentina Nicolás García Uriburu pernah melakukan hal serupa. Ia mewarnai perairan kanal untuk menarik perhatian pada isu ekologi. Namun, insiden tahun 2023 ini dipandang sebagai serangan terhadap warisan kota oleh otoritas Italia. Saat ini, air kanal Venesia telah kembali normal. Penyelidikan terus berlanjut untuk menentukan motif dan pelaku.