Megadewa88 portal,Jakarta – Bahaya paparan Bisphenol A (BPA), senyawa kimia industri yang sering digunakan dalam produk plastik polikarbonat, kembali menjadi perhatian serius di kalangan ahli kesehatan. Menanggapi potensi risiko yang ditimbulkan, para dokter secara kolektif mengeluarkan imbauan tegas kepada para orang tua agar lebih cermat dan teliti dalam memilih berbagai perlengkapan yang digunakan anak sehari-hari, terutama yang berkaitan langsung dengan makanan dan minuman.

Kekhawatiran utama para profesional medis berakar pada sifat BPA sebagai pengganggu endokrin (endocrine disruptor) yang dapat meniru hormon estrogen dalam tubuh. Paparan zat ini, khususnya pada masa tumbuh kembang, dikhawatirkan dapat memengaruhi sistem hormonal anak dan berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang, mulai dari gangguan perkembangan saraf, masalah reproduksi di masa dewasa, hingga peningkatan risiko penyakit kronis. Oleh karena itu, langkah pencegahan melalui pemilihan produk yang aman menjadi sangat krusial.

Risiko Paparan BPA pada Kelompok Rentan

Dokter menjelaskan bahwa bayi dan anak usia dini merupakan kelompok yang paling rentan terhadap efek berbahaya BPA. Tubuh anak yang masih dalam tahap perkembangan aktif memiliki kemampuan metabolisme yang belum sempurna untuk membersihkan senyawa ini secara efisien. Paparan dapat terjadi ketika plastik yang mengandung BPA dipanaskan, dicuci berulang kali dengan deterjen keras, atau mengalami keausan, yang menyebabkan zat kimia tersebut meluruh (leaching) dan berpindah ke dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Sumber utama paparan yang paling sering dijumpai adalah:

  1. Botol Minum dan Wadah Plastik Polikarbonat: Banyak produk botol susu, botol minum anak, dan wadah penyimpanan makanan yang dulunya menggunakan BPA. Meskipun sudah banyak produk yang melabeli diri sebagai BPA-free, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap produk lama atau produk yang tidak memiliki sertifikasi jelas.
  2. Lapisan Kaleng Makanan dan Minuman: Beberapa kaleng makanan dan minuman memiliki lapisan epoksi di bagian dalamnya yang mungkin mengandung BPA, yang dapat bermigrasi ke dalam isi kaleng, terutama jika produk tersebut bersifat asam atau lemak.
  3. Kertas Termal: BPA juga ditemukan pada kertas termal yang digunakan untuk struk belanja atau tiket, yang berpotensi terserap melalui kulit.

Imbauan dan Langkah-Langkah Praktis bagi Orang Tua

Untuk meminimalkan risiko paparan BPA, dokter mengimbau para orang tua untuk menerapkan serangkaian langkah praktis dan terperinci dalam kehidupan sehari-hari:

  • Pilih Produk Berlabel BPA-Free: Selalu prioritaskan pembelian botol susu, botol minum, dan wadah makanan dengan label jelas “BPA-Free” atau terbuat dari bahan alternatif yang aman seperti kaca (glass), stainless steel berkualitas tinggi, atau plastik jenis tertentu (misalnya polipropilena/PP).
  • Hindari Pemanasan Plastik: Jangan sekali-kali memanaskan makanan atau minuman di dalam wadah plastik di microwave, karena panas meningkatkan laju migrasi BPA secara signifikan. Sebaiknya pindahkan makanan ke wadah keramik atau kaca sebelum dipanaskan.
  • Ganti Peralatan Rusak: Segera ganti botol plastik atau wadah makanan yang sudah terlihat tergores, retak, atau mengalami keausan. Kerusakan fisik pada plastik dapat mempercepat pelepasan zat kimia ke dalam isi wadah.
  • Gunakan Alternatif Kaca atau Baja Tahan Karat: Jika memungkinkan, transisikan penggunaan botol minum anak dari plastik ke bahan kaca atau baja tahan karat (stainless steel) untuk penggunaan jangka panjang, karena bahan-bahan ini secara alami bebas dari BPA.

Baca Juga:India Investigasi 9 Anak Tewas Diduga karena Sirup Batuk

Imbauan ini menegaskan perlunya kesadaran yang tinggi dari orang tua. Kecermatan dalam memilih dan menggunakan perlengkapan anak adalah investasi preventif yang signifikan bagi kesehatan dan perkembangan optimal buah hati.