
Megadewa88portal.com – Bripda Nopandri Ramadhan, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, gugur setelah menjalankan operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah.
Kronologi Operasi di Tumbang Kalemei
Pada Kamis (2/7/2026), tim kepolisian bergerak menuju Desa Tumbang Kalemei untuk menindak jaringan narkoba. Petugas langsung menghadapi perlawanan dari pihak yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika.
Bentrokan pecah di lokasi. Situasi cepat memanas dan aparat mencatat korban jiwa dari kedua pihak, termasuk seorang anggota polisi dan satu orang dari target operasi.
Dua orang lain yang masuk daftar target operasi langsung melarikan diri setelah insiden tersebut.
Profil Bripda Nopandri Ramadhan
Bripda Nopandri lahir pada 3 November 2002 dan tumbuh sebagai anak kedua dari dua bersaudara. Ia menetapkan cita-cita menjadi anggota Polri sejak masa SMA.
Keluarga mengenalnya sebagai sosok mandiri, bertanggung jawab, dan mudah bergaul dengan sifat humoris.
Ia gagal pada seleksi pertama kepolisian, namun ia kembali mendaftar dan berhasil lolos pada tahun 2022.
Pencarian Setelah Insiden
Rekan satu tim segera melaporkan Bripda Nopandri hilang setelah bentrokan. Tim gabungan langsung menyisir area sekitar Sungai Katingan untuk mencari keberadaannya.
Petugas memperluas pencarian selama dua hari dan terus mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Denda Rp4,2 T tetap ditagih walau Samin Tan tersangka
Penemuan Jenazah di Sungai Katingan
Pada Sabtu (4/7/2026), tim pencari menemukan jenazah Bripda Nopandri di Sungai Katingan. Petugas melihat tubuhnya mengapung dan tersangkut di ranting pohon.
Tim segera mengevakuasi jenazah dari lokasi dan membawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk pemeriksaan medis.
Pihak rumah sakit menerima jenazah pada malam hari sekitar pukul 20.07 WIB dan menyerahkannya kepada keluarga.
Sikap Keluarga dan Proses Hukum
Keluarga meminta aparat kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas. Mereka juga menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.
Kakak korban, Santri Sutrisna, menyampaikan bahwa keluarga melihat luka pada tubuh korban dan meminta penyelidikan berjalan transparan.

Tinggalkan Balasan