Megadewa88portal,Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan kekecewaannya terhadap serangan Rusia yang terus berlangsung di Ukraina. Pada 7 September 2025, serangan udara besar-besaran menargetkan Kyiv dan kota-kota strategis lainnya, menimbulkan kerusakan parah dan jatuhnya korban sipil. Trump menilai tindakan Rusia sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat siap menerapkan fase kedua sanksi ekonomi untuk menekan Moskow.

Sanksi Baru untuk Tekan Rusia

Dalam pernyataan resmi, Trump menekankan bahwa AS tidak akan tinggal diam melihat agresi Rusia. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menjelaskan bahwa sanksi tambahan akan menargetkan pembeli energi Rusia, termasuk negara-negara besar seperti China dan India. Tujuannya adalah memperlemah ekonomi Rusia dan mendorong Presiden Vladimir Putin kembali ke meja perundingan. Trump menyebut langkah ini sebagai “tekanan maksimal” untuk menghentikan perang.

Sebelumnya, AS telah memberlakukan tarif terhadap India, salah satu konsumen energi terbesar Rusia, sebagai bagian dari strategi ekonomi. Serangan terbaru ini memicu keputusan untuk memperluas sanksi agar efeknya lebih signifikan. Trump juga mengundang para pemimpin Eropa ke Gedung Putih untuk membahas langkah-langkah bersama menghadapi agresi Rusia dan memperkuat dukungan bagi Ukraina.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengecam serangan Rusia yang disebutnya upaya untuk memperpanjang perang. Ia mendesak Amerika Serikat dan sekutu untuk mengambil tindakan lebih tegas, termasuk sanksi tambahan terhadap industri minyak dan gas Rusia. Zelensky berharap langkah ini dapat menekan Rusia sekaligus memberikan dukungan kuat bagi pertahanan kedaulatan Ukraina.

Baca Juga : Ribuan Jemaat Ikuti Perayaan Santo Milenial di Vatikan

Ketegangan yang meningkat ini membuat dunia internasional waspada terhadap eskalasi lebih lanjut. Setiap langkah Amerika Serikat dan sekutunya akan menjadi penentu arah konflik di Ukraina dan dampaknya terhadap stabilitas global. Trump menegaskan bahwa prioritas utama adalah melindungi hukum internasional dan menahan agresi Rusia agar Ukraina bisa mempertahankan kedaulatannya.