Megadewa88portal,Jakarta – Anggota dewan negara bagian New York, Zohran Mamdani, baru saja mencetak sejarah politik AS. Ia berhasil memenangkan pemilihan sebagai Walikota New York City. Dalam pidato kemenangannya, Mamdani langsung menanggapi serangan dari Presiden Donald Trump. Ia mengirimkan pesan tantangan yang kuat: “Turn the volume up” (Besarkan volumenya). Pesan tegas ini disambut sorakan meriah dari para pendukungnya.

Mamdani, yang dikenal sebagai seorang sosialis demokrat, adalah Walikota New York pertama dari kalangan Muslim. Kemenangan ini merupakan kekalahan telak bagi Trump, yang telah menjadikan Mamdani sebagai target utama kampanye. Trump berulang kali menyerang Mamdani, sehingga melabelinya sebagai “komunis” dan sosok “gila”. Trump khawatir Mamdani akan menyebabkan kehancuran New York.

Presiden Trump bahkan pernah secara terbuka mengancam akan memotong dana federal untuk New York City jika Mamdani menang. Trump, yang juga berasal dari New York, menyatakan tidak mau menyia-nyiakan uang negara. Ancaman ini menjadi latar belakang utama yang membuat pidato kemenangan Mamdani begitu berapi-api dan emosional.

Sikap Tegas Mamdani: Melawan Intimidasi dan Membela Hak Kota

Dalam pidatonya, Zohran Mamdani dengan lantang menanggapi ancaman pemotongan dana federal dari Trump. Mamdani menegaskan bahwa ancaman tersebut hanyalah retorika politik, bukan sebuah ketetapan hukum yang sah. Ia menekankan bahwa dana federal yang di terima New York City adalah hak warga. Dana tersebut merupakan kewajiban pemerintah pusat kepada kota, bukan hadiah pribadi dari Trump.

Mamdani menyatakan bahwa kemenangannya membuktikan New York akan menjadi mercusuar demokrasi bagi seluruh bangsa. Kota ini akan menjadi contoh bagaimana melawan politik perpecahan yang di mainkan oleh Trump. Ia berjanji akan melawan semua bentuk intimidasi yang datang dari Gedung Putih, oleh karena itu Mamdani bertekad keras untuk membela imigran, komunitas trans, dan semua warga yang termarjinalkan.

Baca Juga : Trump: China takut invasi Taiwan saat saya berkuasa

Zohran Mamdani juga menepis serangan personal dari Trump yang menuduhnya sebagai “pembenci Yahudi”. Tuduhan ini terkait pandangannya mengenai konflik Israel dan Palestina, oleh karena itu Mamdani, seorang imigran yang lahir di Uganda, menggunakan pidatonya untuk merayakan identitas Muslimnya. Ia menegaskan bahwa New York adalah kota yang dibangun, didukung, dan akan terus dipimpin oleh para imigran.