Megadewa88portal,Jakarta – Pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Wali Kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, baru-baru ini menghebohkan dunia politik Amerika Serikat. Dua tokoh yang dikenal berseberangan ideologi ini tiba-tiba menunjukkan suasana yang sangat akrab di Gedung Putih. Trump dan Mamdani yang sebelumnya saling melontarkan kritik keras, kini justru saling memuji dan berjanji bekerja sama demi kepentingan publik.

Sebelumnya, Trump pernah menyebut Mamdani sebagai “100% Communist Lunatic” dan “total nut job.” Sementara itu, Mamdani, seorang sosialis demokrat, pernah menyebut administrasi Trump sebagai “otoriter” dan “fasis”. Pertemuan pada Jumat lalu di Oval Office itu menjadi kebalikan total dari retorika keras mereka selama ini.

Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Wali Kota termuda New York itu yang berasal dari Partai Demokrat. Ia bahkan mengatakan, “Saya akan mendukungnya,” dan “semakin baik dia berbuat, semakin senang saya melihatnya.” Trump juga memuji Mamdani sebagai “orang yang sangat rasional” dan mampu mengejutkan kaum konservatif yang skeptis.

Kesamaan Fokus Ekonomi, Membela Mamdani, dan Menghindari Perseteruan Lama di New York

Fokus utama yang menyatukan kedua tokoh dari latar belakang politik berbeda ini adalah isu biaya hidup dan keterjangkauan di New York City. Mamdani berhasil memenangkan kampanye dengan menyoroti masalah inflasi, harga kebutuhan pokok, dan krisis perumahan yang memburuk. Trump mengakui bahwa beberapa ide Mamdani tentang isu ekonomi sama dengan pandangannya sebagai seorang pengusaha.

Dalam konferensi pers, Trump bahkan berkali-kali membela Mamdani dari pertanyaan kritis para wartawan Gedung Putih. Ketika seorang reporter mengungkit sebutan “fasis” dari Mamdani di masa lalu, Trump memotong dengan senyum lebar. Trump berkata, “Tidak apa-apa, kamu bisa bilang ya saja,” sambil menepuk lengan Mamdani dengan ramah dan hangat.

Baca Juga : Fakta Penemuan Zamrud 300 Kg di Istana Madagaskar

Mamdani sendiri mengapresiasi fokus Trump pada kerja sama untuk memajukan New York. Ia menyatakan bahwa pertemuan itu berpusat pada tujuan bersama untuk melayani warga New York dengan baik. Keduanya sepakat untuk mengesampingkan perbedaan ideologis demi kebaikan kota metropolitan tersebut.