Megadewa88portal,Jakarta – Generasi Z (Gen Z), yang kini menjadi angkatan kerja dan mahasiswa, menghadapi tantangan mental yang jauh lebih berat dari generasi sebelumnya. Berbagai studi global dan laporan psikologis menunjukkan bahwa tingkat stres dan kecemasan di kalangan Gen Z berada pada titik tertinggi. Ini merupakan titik tertinggi dalam sejarah modern.
Beban ini dipicu oleh kombinasi faktor unik era digital yang sangat menekan. Laporan dari American Psychological Association (APA) dan lembaga di Asia Tenggara mengonfirmasi tren ini. Mereka mengindikasikan bahwa Gen Z secara konsisten melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi.

Stres ini terkait dengan isu keuangan, pendidikan, dan tekanan sosial yang berkelanjutan. Stres yang di rasakan Gen Z tidak hanya bersifat personal. Ia juga terkait langsung dengan ketidakpastian global. Ketidakpastian tersebut mencakup krisis iklim, ketegangan politik, dan inflasi yang tak menentu.
Menguak Alasan Tekanan Tinggi pada Generasi Digital Native
Penyebab utama tingginya tingkat stres pada Gen Z terletak pada paparan informasi yang intensif dan konstan. Mereka adalah generasi digital native pertama yang tumbuh sepenuhnya dengan internet. Kehidupan mereka terekspos tanpa batas melalui media sosial.
Media sosial menciptakan standar perbandingan yang tidak realistis. Standar ini memicu rasa tidak mampu (insecurity) dan kecemasan sosial. Selain itu, kondisi ekonomi global yang tidak stabil memaksa mereka bersaing ketat.
Persaingan ketat ini dimulai sejak bangku kuliah dan mencari kerja pertama. Faktor tekanan akademis dan tuntutan orang tua juga sangat tinggi. Mereka berada di bawah ekspektasi untuk “sukses lebih cepat” di dunia yang serba cepat ini. Hal ini sering mengakibatkan burnout di usia muda yang mengkhawatirkan.
Baca Juga : Kerusakan Ginjal karena Olahraga Berat, Seberapa Umum
Meskipun Gen Z lebih terbuka membahas kesehatan mental, akses ke layanan profesional masih terbatas. Stigma sosial masih menjadi hambatan besar di banyak negara. Biaya terapi dan konseling seringkali tidak terjangkau.
Pemerintah dan institusi pendidikan didorong untuk merespons serius masalah ini. Mereka perlu menyediakan dukungan yang lebih terstruktur. Diperlukan juga pendidikan literasi media yang kuat. Tujuannya adalah membantu Gen Z mengelola tekanan digital. Dukungan ini krusial. Ini untuk memastikan generasi muda ini dapat menghadapi masa depan dengan mental yang lebih sehat.

Tinggalkan Balasan