Megadewa88portal,Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan komitmennya untuk memerangi radikalisasi yang berkembang di ruang digital, terutama di media sosial. Kepala BNPT Eddy Hartono menyampaikan bahwa era digital membuka peluang besar bagi penyebaran paham ekstrem, sehingga strategi pencegahan kini harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Langkah ini menjadi prioritas nasional untuk menjaga generasi muda dari paparan ideologi yang membahayakan.

Fokus BNPT Tangkal Propaganda di Dunia Maya
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme melaporkan bahwa sejak Januari hingga Agustus 2025. Tercatat lebih dari 6.400 konten bermuatan radikalisme tersebar di berbagai platform media sosial di Indonesia. Data tersebut menunjukkan bahwa dunia maya kini menjadi medan baru bagi kelompok radikal untuk merekrut anggota dan menyebarkan ideologi ekstrem. Menanggapi hal ini, BNPT membentuk Satgas Kontra Radikalisasi Digital yang fokus memantau, menganalisis, dan menindak konten berbahaya.
Satgas ini juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melakukan pemblokiran terhadap akun dan situs yang terindikasi menyebarkan kebencian atau ajakan kekerasan. Upaya tersebut di lengkapi dengan kerja sama lintas lembaga, termasuk dengan aparat penegak hukum dan lembaga pendidikan. Guna memperkuat filter sosial di masyarakat. Menurut Eddy Hartono, menjaga ruang digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen bangsa.
Selain tindakan penegakan hukum, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme juga fokus pada penguatan literasi digital di kalangan anak muda. Edukasi tentang bahaya radikalisme dan pentingnya berpikir kritis di dunia maya terus digencarkan melalui berbagai kampanye. BNPT juga mendorong hadirnya narasi positif yang menekankan nilai toleransi, kebangsaan, dan perdamaian di media sosial.
Baca Juga : Penentang Pensiun Seumur Hidup DPR Bertambah
Dengan langkah ini, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme berharap ruang digital Indonesia menjadi wadah yang aman, sehat, dan produktif. Ancaman radikalisasi mungkin tidak bisa dihapus sepenuhnya, namun melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan, dampaknya bisa ditekan secara signifikan.

Tinggalkan Balasan