Megadewa88portal,Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jawa Timur. Operasi senyap ini berlangsung pada Jumat (7/11/2025) malam di Kabupaten Ponorogo. Dalam operasi ini, KPK berhasil mengamankan total 13 orang. Salah satu pihak yang di tangkap adalah Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa OTT ini di duga kuat terkait dengan praktik korupsi promosi dan mutasi jabatan. Praktik jual beli jabatan sering menjadi celah korupsi yang merugikan di lingkungan pemerintah daerah. Penangkapan ini tercatat sebagai kegiatan OTT ketujuh yang di lakukan KPK sepanjang tahun 2025. Ini menunjukkan komitmen KPK dalam memberantas korupsi.

Dari total 13 orang yang di amankan, tujuh di antaranya langsung di terbangkan ke Jakarta. Mereka akan menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang tertangkap tangan.
Pemeriksaan Intensif: Pejabat Tinggi dan Kerabat Bupati Ikut Terlibat
Tujuh orang yang di bawa ke Jakarta untuk di periksa lebih lanjut memiliki jabatan penting di lingkungan Pemkab Ponorogo dan pihak swasta. Mereka termasuk Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo. Selain itu, Direktur Utama RSUD Dr. Harjono dan Kepala Bidang Mutasi Setda juga termasuk yang diamankan.
KPK juga menangkap tiga orang dari pihak swasta, dan salah satunya diketahui merupakan adik kandung Bupati. Ini mengindikasikan adanya dugaan keterlibatan yang luas. Keterlibatan ini mencakup birokrasi inti dan unsur keluarga dekat Bupati. Enam orang lainnya yang di tangkap masih menjalani pemeriksaan awal di Ponorogo dan berpotensi menyusul ke Jakarta.
Baca Juga : Kapolri Pastikan Pelaku SMA 72 Teridentifikasi
Selain mengamankan belasan orang, Komisi Pemberantasan Korupsi juga menyita sejumlah uang tunai dalam bentuk mata uang Rupiah. Uang tunai tersebut diduga kuat merupakan barang bukti suap terkait mutasi jabatan. Penangkapan ini menjadi peringatan tegas bahwa KPK terus berupaya menindak korupsi di daerah tanpa pandang bulu.

Tinggalkan Balasan