Megadewa88portal,Jakarta – Kasus pemukulan seorang driver ojek online oleh oknum TNI di Pontianak menyita perhatian publik. Korban bernama Teguh Syukma Akbar mengalami luka serius setelah di pukul oleh Letda FA di Jalan Panglima Aim, Pontianak Timur. Kejadian yang viral di media sosial ini memicu gelombang kritik keras dari masyarakat dan komunitas pengemudi ojol.

Pihak Gojek langsung angkat bicara terkait insiden tersebut. Lewat Direktur Public Affairs & Communications, Ade Mulya, Gojek menyatakan menyesalkan tindak kekerasan yang di alami mitra mereka. Perusahaan menegaskan akan mendampingi Teguh dalam proses pemulihan, baik dari sisi medis maupun aspek hukum yang tengah berjalan.
Gojek Dampingi Korban, Oknum TNI Diproses
Sejak awal, Gojek mendampingi korban untuk mendapat penanganan medis yang layak. Teguh di fasilitasi dengan asuransi BPJS Ketenagakerjaan serta bantuan tambahan dari perusahaan untuk biaya perawatan. Selain itu, Gojek juga menyalurkan dukungan finansial agar korban dapat kembali beraktivitas setelah pulih.
Sementara itu, pihak militer bergerak cepat. Kodam XII/Tanjungpura melalui Polisi Militer (Pomdam) langsung mengamankan Letda FA. Oknum perwira tersebut akan di proses melalui sidang militer, dan pihak keluarga korban juga sudah di ajak untuk mediasi. Namun, publik menegaskan kasus ini tidak boleh berhenti hanya pada permintaan maaf.
Letda FA sendiri telah mengakui kesalahannya. Ia menyebut tindakannya sebagai bentuk kekhilafan dan berjanji mengganti biaya pengobatan korban. Meski begitu, banyak pihak, terutama komunitas ojol, mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan memberi efek jera. Mereka menilai perlindungan hukum bagi pengemudi ojol harus lebih kuat agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga : 3 siswa SMP meninggal dilindas truk di Sulsel
Insiden ini menjadi perhatian nasional karena menyangkut relasi antara aparat dan masyarakat sipil. Publik berharap agar kasus ini menjadi titik balik dalam memastikan keadilan ditegakkan, tanpa pandang bulu, meskipun pelaku berasal dari institusi militer. Dengan dukungan Gojek dan pengawalan publik, korban diharapkan bisa mendapatkan haknya sepenuhnya.

2 Komentar