Megadewa88portal,Jakarta – Aktivis buruh perempuan yang gigih, Marsinah, secara resmi telah di tetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Penetapan ini di lakukan pada Senin (10/11/2025). Momen penting ini bertepatan dengan perayaan Hari Pahlawan Nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, sehingga Pemberian gelar ini merupakan pengakuan tertinggi negara atas perjuangan sosial dan kemanusiaan yang ia lakukan.
Penetapan Marsinah ini di sahkan melalui Keppres No 116/TK Tahun 2025. Keppres ini mengatur tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Keluarga Marsinah turut hadir secara langsung ke Istana Kepresidenan untuk menerima gelar dari pemerintah. Presiden Prabowo Subianto telah memenuhi janjinya yang di sampaikan saat Hari Buruh 1 Mei 2025 lalu.

Marsinah di tetapkan sebagai Pahlawan Nasional bersama sembilan tokoh lain yang juga berjasa besar. Di antara tokoh yang mendapat gelar terdapat nama-nama besar seperti Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden ke-2 RI Soeharto, maka dari itu Penetapan ini menjadi simbol penyatuan berbagai nilai perjuangan bangsa Indonesia.
Marsini Titip Pesan ke Presiden: Harapan Penghapusan Sistem Outsourcing
Marsinah di kenal sebagai aktivis buruh pabrik arloji yang gigih. Ia berjuang untuk hak-hak pekerja di Sidoarjo, Jawa Timur. Lahir di Nganjuk pada 10 April 1969, Marsinah menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan represi pada masa Orde Baru.
Tragedi tragis menimpanya pada tahun 1993, saat Marsinah di culik dan di temukan meninggal. Peristiwa ini terjadi setelah ia memimpin aksi mogok kerja untuk menuntut kenaikan upah. Kematian Marsinah saat itu mengguncang publik nasional dan bahkan internasional.
Baca Juga : Demokrat setuju gelar pahlawan Soeharto dan Gus Dur
Marsini, kakak dari Marsinah, menitipkan pesan khusus yang penting kepada Presiden Prabowo Subianto, oleh karena itu Ia berharap pemerintah dapat menghapus total praktik alih daya (outsourcing) di sektor ketenagakerjaan Indonesia. Marsini menekankan bahwa ketidakpastian kerja akibat outsourcing dapat menyebabkan ketidakstabilan rumah tangga buruh. Gelar Pahlawan Nasional ini diharapkan menjadi semangat baru bagi buruh untuk terus memperjuangkan hak-haknya.

Tinggalkan Balasan