Megadewa88portal,Jakarta – Komite Internasional Palang Merah (ICRC) baru-baru ini melakukan misi sensitif di Jalur Gaza yang berkonflik. Misi ini bertujuan untuk mencari jenazah para sandera yang tewas dalam konflik yang berkepanjangan. Yang menarik, pergerakan tim ICRC ini di kawal langsung oleh anggota bersenjata dari kelompok Hamas.

Pengawalan ini terjadi di area yang di kenal sebagai Yellow Line di Gaza City yang di penuhi puing. Yellow Line sendiri merujuk pada zona demarkasi atau garis batas penarikan mundur pasukan Israel. Misi ini menunjukkan adanya kerja sama operasional yang langka di tengah situasi konflik yang sangat rentan.

Hamas menyatakan bahwa mereka terus melakukan pencarian jenazah para sandera yang tewas dalam insiden tertentu. Jenazah ini di culik saat serangan pada tanggal 7 Oktober 2023 yang memicu konflik besar. Kesepakatan gencatan senjata yang di tengahi oleh AS menjadi kunci untuk mengizinkan operasi kemanusiaan ini berjalan.

Konvoi ICRC di Gaza, Kebutuhan Gencatan Senjata, dan Sorotan Global yang Kuat

Konvoi kendaraan Palang Merah Internasional terlihat melaju melintasi puing-puing di Jalur Gaza yang hancur. Militan Hamas, yang membawa senjata api, tampak mendampingi personel ICRC selama bergerak di zona konflik. Pemandangan ini terekam saat ICRC mencoba mengakses area sensitif di dalam zona pertempuran.

Kehadiran ICRC di wilayah tersebut terjadi di tengah meningkatnya sorotan global yang intens. Sorotan ini terkait nasib para sandera yang masih hilang serta upaya pencarian jenazah mereka. Beberapa jenazah sandera telah di serahkan Hamas kepada Israel melalui perantara ICRC sebagai bagian dari kesepakatan.

Baca Juga : Myanmar Tangkap 346 WNA, Sita 10 Ribu Ponsel

Meskipun terjadi kerja sama ini, situasi keamanan di Gaza tetap tidak menentu dan bergejolak setiap saat. Akses kemanusiaan terus bergantung pada stabilitas gencatan senjata yang disepakati oleh kedua pihak. Selain itu, di perlukan jaminan keamanan dari pihak-pihak yang bersengketa agar misi ini dapat berlanjut tanpa insiden.